TEMPAYAN KUBUR DI DESA TEBAT MONOK, KECAMATAN KEPAHIANG, KABUPATEN KEPAHIANG, PROVINSI BENGKULU

Kristantina Indriastuti

Abstract


Budaya megalitik adalah budaya universal yang dikenal di seluruh dunia. Budaya ini berkembang dari masa prasejarah sampai saat ini. Persebaran budaya megalitik sejatinya merupakan perjalanan peradapan suatu masyarakat. Penguburan dengan tempayan merupakan salah satu bagian dari budaya megalitik yang dikenal dan berkembang di Indonesia selain bentuk-bentuk penguburan lainnya. Penguburan dengan tempayan dapat dilakukan dengan cara penguburan primer, dilakukan dengan cara memasukkan mayat dengan posisi jongkok atau dengan cara memasukkan hanya sebagian anggota tubuh saja atau biasa disebut penguburan sekunder. Setelah dilakukan penelitian di situs Tebatmonok ini telah ditemukan tempayan kubur yang berjumlah 22 buah dengan ukuran yang berbeda beda dantidak utuh lagi, akibat dari lokasi situs merupakan lokasi penambangan pasir yang masih dikerjakan. Selain tempayan juga ditemukan beliung dan belincung yang berjumlah 10 buah. Selain itu ditemukan juga wadah-wadah dari tanah liat baik polos maupun berhias yang kemungkinan merupakan bekal kubur, karena disertakan dalam penguburan. Di situs Tebatmonok ini juga ditemukan batu tegak sebanyak 3 buah yang membentuk formasi melingkar yang kemungkinan merupakan sarana pemujaan sebelum melakukan ritual yang berkaitan dengan penguburan.


Keywords


Tempayan Kubur; Makam; Situs

Full Text:

PDF

References


Budisantosa, Tri Marhaeni S. 2006. Aspek-aspek Kehidupan Tradisi Megalitik di Dataran Pola Permukiman Semi-Mikro Situs-situs Megalitik Di Dataran Tinggi Jambi. . Jurnal Arkeologi Siddhayatra . Volume.11 nomor 2 November: Palembang.

Budisantosa, Tri Marhaeni S. 2007. Pola Permukiman Semi-Mikro Situs-situs Megalitik Di Dataran Tinggi Jambi. Kabupaten Merangin. Provinsi Jambi.. Laporan Penelitian Arkeologi,Palembang: Balai Arkeologi.

Indriastuti, Kristantina. 2002. Karakteristik Budaya dan Pemukiman Situs Muara Payang: Tinjauan Arkeologi dan Keruangan. Berita Penelitian Arkeologi No 8. Palembang: Balai Arkeologi.

Indriastuti, Kristantina. 2003 Tempayan Kubur, Budaya Prasejarah Situs Padang Sepan, Kabupaten Bengkulu Utara (Kajian Awal). Siddhayatra 7 (2):5064. Palembang: Balai Arkeologi.

Indriastuti, Kristantina, 2013. Kubur Tempayan di Situs Padang Sepan. Peradaban Pantai Barat Sumatera. Palembang. Balai Arkeologi Sumatera Selatan.

Metode penelitian arkeologi, 1999. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Rangkuti, Nurhadi , 2008 : Pola Hidup komuniti Pra Sriwijaya di Daerah Rawa tahap II : Studi Etnoarkeologi di dusun Sentang, Desa Medak Kec. Bayung lincir, Kab. Musi Banyuasin, Prov.Sumsel. Laporan Penelitian Arkeologi ( tidak terbit hal : 28 ). Palembang: Balai Arkeologi.

Rizky, Wahyu Andhifani. 2015. Survei Prasasti dan Naskah Ulu. Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Bengkulu Utara. Provinsi Bengkulu. Laporan Penelitian Arkeologi. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.

Soeroso, M.P. 1996. Kubur Tempayan di Wilayah Sumatera Selatan dalam Kaitannya dengan praktek penguburan tempayan di asia tenggara, suatu informasi awal, Seminar prasejarah Indonesia I. Yogyakarta: 1-3 agustus

Soejono.RP. 1977. Sistem Sistem Penguburan Pada Akhir Masa Prasejarah di Bali. Disertasi. Jakarta: Fakultas Sasta Universitas Indonesia.

Wagner,Frizt. 1995, Indonesia: Kesenian Suatu Daerah Kepulauan. Translated by Hildawati Sidharta. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud.

https://kepahiang.kab.bps.go.id




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v24i2.151

Copyright (c) 2019 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.