HUBUNGAN SITUS GEDE ING SURO DAN KEKUASAAN JAWA DI PALEMBANG PADA MASA PASCA-SRIWIJAYA

Muhamad Alnoza

Abstract


Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia sebagaimana tercatat dalam Prasasti Kedukan Bukit yang berangka tahun 604 Saka/682 Masehi. Kedudukan Palembang sebagai kota pelabuhan internasional membuat kota ini berkembang di bawah kuasa Sriwijaya. Menjelang abad ke-11, Sriwijaya runtuh karena serangan Kerajaan Cola dan Malayu. Setelah kejatuhan Sriwijaya, Palembang berada di bawah kekuasaan kerajaan-kerajaan di Jawa, utamanya Majapahit. Tulisan ini membahas kepenguasaan Jawa di Palembang berdasarkan tinggalan arkeologis, terutama tinggalan di Situs Gede Ing Suro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode arkeologi. Situs Gede Ing Suro merupakan multicomponent site yang di dalamnya terkandung beberapa tinggalan arkeologis dari pelbagai zaman, mulai dari candi, arca, keramik maupun makam Islam. Mengenai data sejarah Palembang pada masa ini dapat ditemukan dalam kitab Nagarakrtagama dan kronik Ying Yai Sheng Lan. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa Situs Gede Ing Suro merupakan monumen kekuasaan Jawa di Palembang sebagaimana sebelumnya merupakan monumen kekuasaan Sriwijaya

Keywords


Gede Ing Suro; Orang Jawa; Kekuasaan; Palembang; Sriwijaya

Full Text:

PDF

References


Boechari. 2012. Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Deetz, James .1967. Invitation to Archaeology, New York: The Natural History Press.

Hanafiah, Djohan. 1993. Sriwijaya: diantara Mitos, Legenda dan Sejarah. Dalam Bambang Budi Utomo, Sriwijaya: dalam perspektif Arkeologi dan Sejarah (1-6). Palembang: Pemerintah Tingkat I Daerah Sumatera Selatan.

Hanafiah, Djohan. 1998. Sejarah Perkembangan Pemerintahan Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang. Palembang: Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang.

Faizaliskandiar, Mindra. 1993. Kadatuan Sriwijaya dalam penelitian: Sebuah Pengantar Redaksi. Dalam Bambang Budi Utomo, Sriwijaya: dalam per-spektif Arkeologi dan Sejarah (1-10). Palembang: Pemerintah Tingkat I daerah Sumatera Selatan.

Poeponegoro, N. Notosusanto. 2009. Se-jarah Nasional Indonesia: Zaman Kuno, Jakarta: Balai Pustaka

Sani, Nani. 1983. Kompleks Makam Gede Ing Suro di Palembang. Skripsi, Jakar-ta: Fakultas Sastra UI.

Sedyawati, et al., 2014. Candi Indonesia: Seri Sumatera, Kalimantan, Bali, Sumbawa, Jakarta: Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman.

Schnitger, F.M. 1937. The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.Brill

Schortman, E.M. 2014. Networks of Power in Archaeology, Annu. Rev. Anthropol. 43:167–82.

Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soeroso. 1997. "Situs Gedeng Suro: Lampiran dan Foto". Laporan Penelitian Arkeologi. Palembang: Balai Arkeologi Palembang (tidak dipub-likasikan).

Syarbaini, Syahrial, et al., 2012. Konsep Dasar Sosisologi dan Antropologi: Teori dan Aplikasi, Jakarta: Hartomo Media Pustaka.

Utomo, Bambang Budi. 2016. Pengaruh Kebudayaan India dalam bentuk Arca di Sumatra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v25i1.159

Copyright (c) 2020 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.