PEMANFAATAN SITUS KARANG KAPAL SEBAGAI OBYEK WISATA MINAT KHUSUS

Aryandini Novita, Roby Ardiwijaya

Abstract


Tulisan ini membahas tentang pelestarian sumberdaya arkeologi maritim dengan cara mengintegrasikan pemanfaatan situs kapal tenggelam sebagai obyek wisata selam dengan konservasi terumbu karang sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan dalam tulisan ini berupa studi kepustakaan yang berupa penalaahan terhadap bahan pustaka berupa buku, artikel, laporan penelitian dan catatan lainnya. Data utama berupa laporan penelitian arkeologi di Desa Sungai Padang yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Selatan tahun 2017 dan 2019. Sedangkan data pendukung berupa publikasi tentang pemanfaatan warisan budaya maritim sebagai objek wisata dan pengelolaannya. Wreckdive merupakan wisata minat khusus yang hanya memiliki peminat tidak sebanyak wisata selam lainnya sehingga harus disinergikan dengan obyek wisata selam lainnya antara lain terumbu karang. Daya tarik produk wisata selam perlu dikemas dalam bentuk kegiatan yang berbasis pada aktivitas konservasi terumbu karang dan pelestarian situs sehingga atraksi wisata selam di situs kapal tenggelam dapat lebih terjaga dan berkelanjutan.

Keywords


Pelestarian Situs; Ekowisata; Pariwisata Berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


Ardiwidjaja, Roby. 2017. “Pelestarian Ting-galan Budaya Bawah Air: Pemanfaatan Kapal Karam Sebagai Daya Tarik Wisata Selam.” dalam Amerta 35 (2). Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hal. 75–148.

Claesson, Stefan. 2011. “The Value and Valuation of Maritime Cultural Heritage.” In International Journal of Cultural Property 18. United Kingdom: Cambridge University Press. Page 61–80. https://doi.org/DOI: 10.1017/S0940739111000051.

Edwards, Alasdair. 2010. Reef Rehabilitation Manual. Edited by Alasdair Edwards. Melbourne: The Coral Reef Targeted Research and Capacity Building for Management Program. https://ccres.net/images/uploads/publications/3/reef_rehabilitation_manual_web.pdf.

El-Kady, Marwa. 2017. “Potentials of Underwater Cultural Heritage in Tourism from the Perspective of Tour Guiding in Alexandria, Egypt.” In Journal of Tourism Research 17 (1). Athens:

Aryandini Novita, Roby Ardiwijaya. Pemanfaatan Situs Karang Kapal Sebagai Objek Wisata Minat Khusus. Tourism Research Institute. Page 222–237.

Fauziah, Yunita Rahma. 2010. Strategi Pengembangan Ekowisata Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Fenner, Douglas. 2012. “Challenges for Managing Fisheries on Diverse Coral Reefs.” Diversity 4: 105–60. https://doi.org/10.3390/d4010105.

Flecker, Michael. 2017. Legislation on Underwater Cultural Heritage in South-east Asia: Evolution and Outcomes. The trend in S. Singapore: ISEAS - Yusof Ishak Institute. https://doi.org/DS501 I59T no.23 (2017).

Hidayah, Ade, Sumarti, and Luchman Ha-kim. 2017. “Potensi Dan Pengem-bangan Objek Wisata Bahari Tulamben, Kabupaten Karangasem, Bali.” dalam Jurnal Administrasi Bisnis 50 (2). Malang: Universitas Brawija-ya. Hal. 93–98.

Johnson, Ayana Elizabeth, and Jeremy BC Jackson. 2015. “Fisher and Diver Perception of Coral Reef Degradation and Implication for Sustainable Management.” In Global Ecology and Conservation 3. Amsterdam: Elsevier. Page 890-899. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1016/j.gecco.2015.04.004.

Kamaali, Muhammad Wildy, Mulyono S Baskoro, and Sugeng Hari Wisudo. 2016. “Pengkayaan Sumber Ikan Dengan Fish Apartement Di Perairan Bangsring, Banyuwangi.” dalam Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan 7 (1). Hal. 11–20.

Lelloltery, Henderina, and Satyawan Pudyatmoko, et al., 2018. “Study of Coral Reef for Marine Ecotourism Development Based On Region Suitability and Carrying Capacity in Margesu Island Nature Tourism Park, Maluku, Indonesia.” Biodiversitas 19 (3): 1089–96. https://doi.org/10.13057/biodiv/d190342.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2018. “Status Terkini Terumbu Karang Indonesia 2018.” http://lipi.go.id/siaranpress/lipi:-status--terkini-terumbu-karang-indonesia-2018-/21410.

Nocca, Francesca. 2017. “The Role of Cultural Heritage in Sustainable Development: Multidimensional Indicator as a Decision-Making Tool.” Sustainability 9 (1882): 1–28. https://doi.org/doi:10.3390/su9101882.

Novita, Aryandini, Junus Satrio Atmodjo, et all., 2019. “Pola Hubungan Maritim Situs-Situs Di Daerah Aliran Sungai Padang Kecamatan Sijuk KAbupaten Belitung Pada Awal Abad XX.” Laporan Penelitian. Palembang: Balai Arkeologi Sumatera Selatan (tidak dipublikasikan).

Novita, Aryandini, Junus Satrio Atmodjo, and Ahmad Surya Ramadhan. 2017. “Kesinambungan Pemanfaatan Ruang-Ruang Aktivitas Di Pantai Utara Belitung.”Laporan Penelitian. Palembang: Balai Arkeologi Sumatera Selatan (tidak dipublikasikan).

Nunes, CH, and F Roeder. 2014. “Tourism and Algarve’s Underwater Heritage Valorisation. A Case Study.” In Journal of Maritime Research XI (I). Santander: Universidad De Cantabria Es-cuela Técnica Superior de Náutica. Page 35–44.

Pratama, Henri Riko. 2018. “Proses Pembentukan Data Arkeologi Bawah Air Kapal Liberti Di Tulamben.” dalam Berkala Arkeologi 38 (1). Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta. Hal. 59-77.

Rachmana, Meike. 2015. “The Conception of Historic Shipwreck Ownership in Accordance With International Law.” Dalam Jurnal Hukum Internasional Volume 12 Number 4 April 2015. Surabaya: Universitas Surabaya. Hal. 356–381.

Ridwan, Nia Naelul Hasanah, Gunardi Kusumah, dan Semeidi Husrin, dkk. 2015. “Kapal Karam MV Boelongan Nederlan Di Kawasan Mandeh, Lingkungan Laut Sekitarnya Dan Kemungkinan Pengembangannya. dalam Karakteristik Sumberdaya Laut Dan Pesisir, edited by Sugianta Wirasantoso and Widodo S Pranowo. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Hal. 84–133.

Rogers, Alice, Julia L Blanchard, and Peter J Mumby. 2017. “Fishery Productivity Under Progressive Coral Reef Degradation.” In the Journal of Applied Ecology. London: British Ecological Society. Page 1–9. https://doi.org/10.1111/1365-2664.13051.

Sammarco, Paul W. 2008. “Crises on Coral Reefs and in Coral Reef Science in The 21th Century: The Need for A New Peer-Review System.” In Ethics in Science and Environmental Politics 8. Germany: Inter-Research. Page 109-119. https://doi.org/doi: 10.3354/esep00093.

Scott-Ireton, Della A, and Jennifer F McKinnon. 2015. “As the Sand Settles: Education and Archaeology Tourism on Underwater Cultural Heritage.” In Public Archaeology Vol. 14 No. 3 August 2015. Abingdon: Routledge. Page 157–171 https://doi.org/DOI 10.1080/14655187.2016.1191925.




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v25i1.161

Copyright (c) 2020 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.