PRASASTI-PRASASTI BERAKSARA PASCA-PALAWA: BUKTI KEBHINNEKAAN DI KAWASAN KEPURBAKALAAN PADANG LAWAS, SUMATERA UTARA

Churmatin nasoichah, Wahyu Rizky Andhifani

Abstract


Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah wujud kebhinnekaan dapat terlihat dari data-data prasasti beraksara paleo-Sumatra (Sumatra Kuno) dan Aksara Batak yang ada di kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara? Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui wujud kebhinnekaan dari data-data prasasti beraksara paleo-Sumatra (Sumatra Kuno) dan Aksara Batak yang ada di kawasan kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kawasan kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara dilihat dari hasil temuan-temuan prasastinya dihuni tidak hanya masyarakat Melayu namun juga terdapat eksistensi masyarakat lokal lain yaitu masyarakat Batak. Terdapatnya penggunaan dua bentuk aksara yaitu aksara Paleo-Sumatra (Sumatra Kuno) dan Aksara Batak menunjukkan adanya keberagaman bentuk yang ada di kawasan kepurbakalaan tersebut. Penggunaan bahasa Sansekerta, bahasa Melayu dan bahasa Batak juga menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di kawasan kepurbakalaan tersebut beragam dan sangat terbuka terhadap pengaruh luar seperti halnya pengaruh budaya India yang berupa bentuk aksara dan penggunaan Bahasa Sansekerta.


Keywords


kebhinnekaan; prasasti; aksara paleo-Sumatra (Sumatra kuno); aksara Batak; kepurbakalaan Padang Lawas

Full Text:

PDF

References


Andhifani, Wahyu Rizky. 2016. Identitas Aksara dan Bahasa di Wilayah Sumatera Bagian Selatan. Laporan Penelitian. Palembang: Balai Arkeologi Sumatera Selatan (tidak dipublikasikan).

---------. 2018. Identitas Masyarakat Sumatra Selatan: Kajian Epigrafis Atas Unsur-Unsur Keislaman Pada Prasasti Ulu. Disertasi. Palembang: Universitas Islam Negeri Raden Fatah (tidak dipublikasikan).

Damais, Louis Charles. 1995. Epigrafi dan Sejarah Nusantara (Pilihan Karangam Louis-Charles Damais). Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Kozok, Uli. 2009. Surat Batak. Sejarah Perkembangan Tulisan Batak Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII. Jakarta: EFEO dan Kepustakaan Populer Gramedia.

Nasoichah, Churmatin. 2009. “Tokoh Sury-ya (Juru Pandai) dalam Penulisan Prasasti Gunung Tua (Bhatara Lo-kanatha), dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala Vol. 12 No. 24 Novem-ber 2009. Hal. 113-127.

Nasoichah, Churmatin. 2014. “The Angkola-Mandailing Script: A Historical Perspective”, Dalam History of Padang Lawas. II. Societies of Padang Lawas (mid-9th - 13th century CE). Paris: Cahier d’Archipel 43. Hal. 255-282.

Kusumohamidjojo, Budiono. 2000. Kebhinnekaan Masyarakat di Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Munandar, Agus Aris, dkk., 2009. Sejarah Kebudayaan Indonesia Religi dan Falsafah. Jakarta: Rajawali Pers.

Munandar, Agus Aris. 2012. “Prasasti Sitopayan 1 & 2: Tinjauan Aspek Ekstrinsik dan Intrinsik”, dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala Vol.15 No. 1 April, 2012. Hal. 11-29.

Munandar, Agus Aris, dkk., 2016. Penelitian Prasasti dan Naskah BerAksara Batak Beserta Budaya Pendukungnya Sub-Etnis Batak Angkola-Mandailing di Kabupaten Padang Lawas Utara, Su-matera Utara. Laporan Penelitian. Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara. (belum diterbitkan).

Munandar, Agus Aris. 2017. “Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap, Pola Pen-guburan Etnis Batak Angkola-Mandailing Di Padang Lawas Utara” dalam Forum Arkeologi. Vol. 30 No. 1 April, 2017. Hal. 55-64.

Munandar, Agus Aris. 2017. “Prasasti Raja Soritaon dan Latar Belakang Penulisannya”, dalam Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April, 2017. Hal. 47-60.

Munandar, Agus Aris, dkk., 2018. Laporan Penelitian Arkeologi: Telaah Dokumen/Naskah Pada Masyarakat Bersub-Etnis Batak Angkola-Mandailing Di Kab. Padang Lawas, Sumatera Utara. Laporan Penelitian. Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara, 2018. (belum diterbitkan).

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. 2009. Sejarah Nasional Indonesia II. Edisi Umum Pemutakhiran. Jakarta: Balai Pustaka.

Rahman, Darmawan M. 2010. “Makna Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Bingkai Perekat Kembali Budaya Ke-Indonesia-an”, dalam Makna Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Bingkai Budaya Ke-Indonedia-an. Jakarta: Ke-menterian Kebudayaan dan Pari-wisata.

Setianingsih, Rita Margaretha, dkk., 2003. Berita Penelitian Arkeologi No. 10 Tahun 2003. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanti, Ninie, Titik Pudjiastuti, dan Trigangga (ed.). 2015. Inscribing Identity (The Development of Indonesian Writing Systems). Jakarta: The National Museum of Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v25i1.163

Copyright (c) 2020 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.