MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomun Burmanni) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT PADA CANDI KEDATON

Rofi Surya Aryanto

Abstract


Candi Kedaton yang masuk dalam Kawasan Percandian Muaro Jambi, terletak di kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Candi Kedaton sampai sekarang masih dalam tahap pemugaran bagian halaman II, namun perlu evaluasi pasca pemugaran untuk pelestarian. Kerusakan pelapukan pada bata Candi Kedaton salah satunya disebabkan faktor eksternal yaitu lumut. Minyak atsiri kulit kayu manis bisa difungsikan sebagai penghambat pertumbuhan lumut pada Candi Kedaton, khususnya pada bata lepas. Medote penelitian bersifat kuantitafif, tahapannya meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, sintesis data sampai pada tahap kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan minyak atsiri kulit kayu manis yaitu sinamaldehid bisa menghambat pertumbuhan lumut dilihat dari perubahan warna. Mekanisme dari sinamaldehid dengan menghambat pertumbuhan lumut dilihat metagenesis energi pada sel, sehingga menyebabkan ketidakmampuan sel untuk beradaptasi dengan senyawa ini. Minyak atsiri pada saat disemprotkan pada lumut akan tersangkut pada bagian arkegonium sehingga menghambat sel spora untuk masuk ke dalam anteredium.

Keywords


Candi Kedaton; Kulit Kayu Manis; Lumut; Minyak Atsiri

Full Text:

PDF

References


Asnan, Gusti. 2007. Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera. Yogyakarta: Ombak.

Budaya, Direktorat Warisan dan Diplomasi. 2016. Word Heritage Camp Indonesia 2016. In, 28. Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

Creswell, John W. n.d. Research Design, Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: SAGE Publication.

Darweni, Yul Tri. n.d. “Uji Toksisitas Minyak Atsiri Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomun Burmanni BI.) Terhadap Larva Artemia Salina Leach. Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test.” Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Febrianti, Ghoirun Nisak. 2014. “Identifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) DI Lingkungan Universitas Jember Serta Pemanfaatannya se-bagai Buku Nonteks”. Jember: Universtas Jember.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia II. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Intan, M. Fadhlan S., dan Arfian. 1997. “Laporan Penelitian Kearkeometrian Situs Muara Jambi”. Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional (tidak dipublikasikan).

Lakitan, Benyamin. 2012. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. 11th ed. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Liu, Lei, Feng-Xiang Wei, and Zhang-Yi Qu, et al., n.d. “The Antiadenovirus Activities of Cinnamaldehyde In Vitro,” 669–74. https://doi.org/10.1309/LMF0U47XNDKBZTRQ.

Nazir, Moh. 2014. Metode Penelitian. Bogor, Jawa Barat: Ghalia Indonesia.

Polunin, Nicholas. 1990. Geografi Tumbuhan. Edited by Wibisono Soerodikoesoemo. I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pootong, Anek, Benja Norrapong, and Suwanna Cowawintaweewat. 2017. "Antifungal Activity of Cinnamaldehyde". In The Southeast Asian Journal Of Tropical Medicine And Public Health Vol 48 (1). Thailand: Thammasat University. Page 150-153.

Purwanti, Retno. 2011. “Fungsi Halaman Candi Kedaton Situs Muarajambi Tahap II.” Laporan Penelitian. Palembang: Balai Arkeologi Palembang (tidak dipublikasikan).

Satya, Sree Nandam, Surya Prakash, and Vangalapati Meena. 2012. “Purification of Cinnamaldehyde from Cinnamon Species by Column Chromatography.” In Journal of Biological Sciences 1(7). Pakistan: Asian Network for Scientific. Hal. 49–51.

Scott, M. 2015. “Normal and Extraordinary Conservation Knowledge: Towards a Post-Normal Theory of Cultural Materials Conservation.” In AICCM Bulletin 36(1). Australia: The Australian Institute for The Conservation of Cultural Material. Hal. 3–12. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1179/0313538115Y.0000000002.

Sukandarrumidi. 2004. Bahan Galian Industri. II. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2014. Taksonomi Tumbuhan Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta. I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. https://doi.org/1815.08.02.14.

Utomo, Bambang Budi. 2010. Buddhisme Di Asia Tenggara: Pengaruhnya Di Muara Jambi Sebagai Pusat Upacara. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Vanesa, Baby. 2018. Penataan Halaman Kompleks Candi Di Kawasan Muara-jambi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Wahyuni, Sri, Sugiyono, dan Winda Diah Puspita Rini, dkk., 2016. “Minyak Atsiri Untuk Konservasi Cagar Budaya Berbahan Batu.” dalam Buku Hasil Kajian Balai Konservasi Borobudur Tahun 2015. Magelang: Balai Konservasi Borobudur. Hal. 95-108.

Wijaya, Nyoman. 2014. Biologi Dan Lingkungan. I. Yogyakarta: Plantaxia.

Windadri, Florentina Indah. 2009. “Keragaman Lumut Pada Marga Pandanus Di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten”, dalam Jurnal Natur Indonesia Volume 11 (2) April 2009. Pekanbaru: Universitas Riau. Hal. 89-93.

Yuliarto, Fuki Tri, Lia Umi Khasanah, dan R Baskara Katri Anandito. 2012. "Pengaruh Ukuran Bahan Dan Metode Destilasi (Destilasi Air Dan Destilasi Uap-Air) Terhadap Kualitas Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii). dalam Jurnal Teknosains Pangan Vol 1 No 1 Oktober 2012. Surakarta: Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Sebelas Maret. Hal. 12-23.




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v25i1.177

Copyright (c) 2020 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.