IDENTIFIKASI VARIASI FONDASI BANGUNAN TANGSI BELANDA MEMPURA, KABUPATEN SIAK, PROVINSI RIAU

Stanov Purnawibowo, Andri Restiyadi, Repelita Wahyu Oetomo

Abstract


Abstrak. Bangunan tangsi Belanda Mempura, di Kabupaten Siak, Provinsi Riau merupakan salah satu cagar budaya bergaya arsitektur Eropa di tepian Sungai Siak. Bahasan utama dalam tulisan ini berkenaan dengan fondasi bangunan tersebut. fondasi merupakan bagian krusial pada suatu bangunan, namun tidak banyak menjadi fokus utama penelitian. Masalah yang diselesaikan dalam kajian ini adalah variasi bentuk dan komposisi, struktur, serta fungsi fondasi Tangsi Belanda Mempura. Tujuannya untuk mengetahui variasi bentuk dan komposisi, serta fungsi struktur fondasi bangunan untuk memperkaya khasanah perbendaharaan arsitektural kolonial yang diaplikasikan pada lahan yang tidak stabil. Melalui penelitian deskriptif-analitis ini kesimpulan yang didapatkan adanya dua variasi bentuk fondasi yang mewakili bentuk, tergantung pada lokasi kompleks bangunan, luas bangunan, serta fungsinya menopang struktur bangunan berlantai satu atau dua.    


Keywords


Bangunan; Fondasi; Strategi Rekayasa; Struktur

Full Text:

PDF

References


Al Hafizh, M. Shoffar, Gunawan Wibisono, dan Soewignjo Agus Nugroho. 2017. “Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Pasir Bermacam Gradasi dan Campuran Kapur”. Dalam Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau (JOM FT UNRI) 4 (2). Hal. 1-9.

Bayu Agustari Adha. 2019. Revitalisasi Tangsi Belanda Siak Tuntas, Nuansa Kolonial dan “Sunset” Memanjakan Mata. Https://riau.antaranews.com/berita/139059/revitalisasi-tangsi-belanda-siak-tuntas-nuansa-kolonial-dan-sunset-memanjakan-mata (diakses tanggal 04 Juni 2020 pukul 09.56 WIB).

Belle, Mikkel, dan Tim Flohr Sørensen. 2016. “Into The Fog of Architecture”. Dalam Elements of Architecture: Assembling Archaeology, Atmosphere, and The Performance of Building Spaces, diedit oleh Mikkel Belle dan Tim Flohr Sørensen, Pertama. London dan New York: Rotledge. Hal. 1-29.

Hendry, A.W., B.P. Sinha, dan S.R. Davies. 2004. Desaign Of Masonry Structures. Third. London: E & FN Spon.

Purnawibowo, Stanov; Andri Restiyadi; Repelita Wahyu Oetomo; dkk., 2017. “Survei Arkeologi Dalam Perencanaan Teknis Bangunan Gedung Cagar Budaya Pada Bangunan Tangsi Mempura Siak, Provinsi Riau”, Laporan Survei, Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara (tidak dipublikasikan).

Purnawibowo, Stanov, dan Andri Restiyadi. 2019. “Modifikasi Tanah dan Variasi Fondasi Bangunan Istana Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara”. Dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala, Vol.22 No.2 November 2019. Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara. Hal. 111-121.

Sagala, Putri Sumpeni Sunarti. 2014. “Studi Pengaruh Penambahan Tanah Lempung A-7 Terhadap Kuat Geser Tanah Pasir Sungai”. Dalam Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan 2 (2). Hal. 231-237.

Sugiharta, Sri. 2008. “Pemetaan Kepurbakalaan Siak”, Laporan, Batusangkar: Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat (tidak dipublikasikan).

Sumulyo, Yulianto. 2014. Arsitektur Klasik Eropa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sutomo, Irham Temas, dan Aidil Surya. 2018. “Cultural Significance: Kawasan Bersejarah Kota Siak Sri Indrapura”. Dalam Prosiding Seminar Kota Layak Huni/Livable Space, Tahun 2018, Hal. 203-212. Diunduh dari https://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id, tanggal 20 Juni 2020 jam 01.21 WIB.

Unwin, Simon. 1997. Analysing Architecture. First Edition. London dan New York: Routledge.




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v25i2.200

Copyright (c) 2020 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.