TRADISI RAJAH DI SUMATERA: SEBUAH KAJIAN TERHADAP PRASASTI TIMAH KOLEKSI YAYASAN PADMASANA JAMBI

Lisda Meyanti, Wahyu Rizky Andhfani

Abstract


Rajah atau lebih dikenal dengan azimat merupakan kebudayaan yang sudah dijalankan oleh pendahulu bangsa Indonesia, khususnya di Sumatra. Hal ini terlihat dari prasasti timah bernomor inventaris 01/PADMA/Sn/VIII/2019 yang ditemukan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Artikel ini mengambil permasalahan mengenai isi dari prasasti, hubungan antara tulisan dan ornamen pada prasasti tersebut. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data (heuristik) melalui studi pustaka, membaca laporan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian menganalis maksud dari prasasti timah bernomor 01/PADMA/Sn/VIII/2019. Prasasti ini diawali dengan kalimat mantra, seruan terhadap sosok yang gaib yang mendiami pohon soga dan sungai yang saling berdekatan. Pohon soga yang disebutkan dalam prasasti biasanya hidup di dataran rendah, dengan curah hujan yang tinggi, dan relatif dekat dengan sumber air. Hal ini sesuai dengan konteks kalimat yang sama, pada baris kedua yang menyebutkan kata "bataṅan" yang berarti sungai. Sesuai pula dengan konteks penemuan prasasti, yaitu di daerah aliran Sungai Batanghari yang berada di wilayah Komplek Percandian Muaro Jambi.


Keywords


prasasti; rajah; tradisi

References


Andhifani, Wahyu Rizky, dkk. 2018. Penelitian Arkeologi Terapan: Identitas Aksara dan Bahasa di Sumatra Bagian Selatan. Palembang: Balai Arkeologi Sumatra Selatan (tidak dipublikasikan).

Bakker S. J., J. W. M. 1972. Ilmu Prasasti. Jogjakarta: IKIP Sanata Dharma

Barthes, Roland. 1957. Mythologies. New York: The Noonday Press.

Boechari. 2018. Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

Christomy, Tommy dan Untung Yowono (ed). 2010. Semiotika Budaya. Depok: PPKB FIB Universitas Indonesia

Dwiatmojo, G.N. 2018. Azimat dan Rajah dalam Catatan Pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Desa Lebak Ayu Kab. Madiun Pertengahan Abad ke-20 M dalam Jurnal Manuskripta Vol. 8. No. 1 tahun 2018. Hal. 75—106.

Hooykaas, C. 1980. Drawings of Balinese Sorcery (terjemahan). Leiden E.J.Brill: Institute of Religious Iconography State University Groningen.

Mardiwarsito, L., Sri Sukesi Adiwimarta, dan Sri Timur Suratman. 1992. Kamus Indonesia—Jawa Kuno. Jakarta: Depdikbud RI

Nova, Ketut Agus. 2020. Upacara Pecaruan dalam Eksistensi Agama Hindu (Bentuk, Fungsi, Makna) dalam Haridracarya: Jurnal Pendidikan Agama Hindu Vol. 1 No. 1. Hal. 63—68.

Pudjiastuti, Titik. 1996. Aksara dan Naskah Kuno Lampung dalam Pandangan Masyarakat Lampung Kini. Jakarta: Depdikbud RI

Rasna, I Wayan. 2015. “Rerajahan Kawisesan” dalam Teks “Ajiblêgodawa”: Sebuah Kajian Etnosemiotika dalam Jurnal Kajian Bali Volume 05, nomor 02, Oktober 2015. Hal. 413—440.

Riyanto, Hermawan dan Ira Adriati. 2001. Kultur Padi. Jakarta: Museum Nasional Indonesia

Rusmana, Dadan. 2014. Filsafat Semiotika: Paradigma, Teori, dan Metode Interpretasi Tanda dari Semiotika Struktural hingga Dekonstruksi Praksis. Bandung: Pustaka Setia

Tim Penelitian. 2019. Keberagaman Bentuk Aksara pada Prasasti-prasasti Timah di Sumatra: Sebagai Identitas Masyarakat Lokal. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (tidak dipublikasikan)

Tim Penyusun. 2016. Kamus Budaya Bali. Denpasar: Balai Bahasa Bali

Tejowasono, Ninny Susanti, dkk. 2019. Prasasti Timah di Indonesia: Katalog Prasasti Timah di Sumatra Tahun 2019. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Winoto, Joko Ridho dan Syamsul Hidayat (Ed.). 2017. Koleksi Kebun Raya Lombok: Tumbuhan Sunda Kecil. Jakarta: LIPI Press

http://sealang.net/malay/dictionary.htm

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/rajah




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v26i2.219

Copyright (c) 2021 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Abstracted/Indexed by:
 
  Dimensions
 
Copyright of Siddhayatra Jurnal Arkeologi (e-ISSN:2598-1056, p-ISSN:0853-9030).
Crossref logo