Pemetaan Risiko Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi

Christina Novitri Andarsih, Hamzah Hamzah, Muhammad Safri

Abstract


Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi dengan luas 3981 ha, menyimpan data dan informasi yang bernilai penting dalam rekonstruksi cagar budaya. Pemanfaatan kawasan saat ini dipengaruhi oleh status kepemilikan lahan serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten Muaro jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana risiko pemanfaatan KCBN Muarajambi terhadap tinggalan arkeologi dan lingkungannya. Menggunakan metode gabungan kualitatif dan kuantitatif melalui tahap identifikasi risiko dan analisis risiko. Indikator ancaman berupa Rencana Pola Ruang RTRW Kabupaten Muaro Jambi, ketidaksesuaian penggunaan lahan terhadap zonasi, serta vandalisme dan tekanan pengunjung. Indikator kerentanan berupa kerentanan fisik cagar budaya, status kepemilikan lahan, dan kerentanan pemangku kepentingan. Indikator kapasitas adalah keterawatan cagar budaya, SDM, dan sarana prasarana. Nilai penting KCBN Muarajambi berdasarkan studi literatur berupa nilai penting sejarah, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial budaya, dan ekonomi. Nilai risiko dihitung menggunakan rumus R(Risk)=H(Hazard)xV(Vulnerabilily)/C(Capacity), diketahui bahwa KCBN Muarajambi memiliki risiko pemanfaatan rendah hingga tinggi. Area yang memiliki risiko rendah 24,88%, risiko sedang 74,16%, dan risiko tinggi 0,96% dari total luas kawasan. Pemanfaatan KCBN Muarajambi berhubungan erat dengan risiko terhadap cagar budaya dan lanskapnya. Kelas ancaman tinggi berada pada area industri yang berada pada zona inti dan zona penyangga.

Keywords


kawasan cagar budaya; risiko pemanfaatan kawasan cagar budaya; keberlanjutan; cagar budaya

References


Anderson, Benedict R. O’G. 2016. Kuasa Kata-kata: Jelajah Budaya-budaya Politik di Indonesia. Yogyakarta: MataBangsa.

Astra, I Gde Semadi. 1986. “Sekilas tentang Kedudukan dan Peranan Tokoh Agama dalam Periode Abad IX–XI di Bali,” dalam PIA IV, Cipanas, 3–9 Maret 1986, Buku IIa: Aspek Sosial–Budaya. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hal. 161–180.

Andarsih, C. N. (2021). Risk Management on the Utilization of the Muarajambi National Cultural Heritage Area.

Aslan, Z., & Sabik, A. (2016). A Guide to Risk Management of Cultural Heritage. ICCROM. Government of Canada, Canadian Conservation Institut.

BPCB Jambi. (2018). Laporan Hasil Kajian Pengecekan Arkeologis Lahan PT. MSMA, Desa Muarajambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. (2013). Pedoman Pemanfaatan Cagar Budaya Nasional dan Dunia.

Firsty, O., & Suryasih, I. A. (2019). Strategi Pengembangan Candi Muaro Jambi Sebagai Wisata Religi Yang dimaksud pengembangan pariwisata dalam penelitian ini adalah upaya untuk mengintegrasikan aspek-aspek pariwisata demi keberlangsungan kepariwisataan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(1), 36–43.

Hartono, M. R. (2015). Tinjauan Yuridis Tanggungjawab Pidana Pelaku Usaha Stock pile Batubara di Wilayah Hukum Muaro Jambi. Legalitas: Jurnal Hukum, VII(2), 99–124.

ICOMOS. (2009). Compendium of World Heritage in Danger. Compendium II, April.

Jigyasu, R., & Arora, V. (2013). Disaster Risk Management or Cultural Heritage in Urban Areas: a Trainig Guide.

Jigyasu, Rohit. (2005). Cultural Heritage Risk Management Issues & Challenges. Word Conference on Disaster Reduction, 144–157.

Khadiyanto, P. (2005). Tata Ruang Berbasis ppada Kesesuaian Lahan (1st ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Meilania, M., & Febrianti, H. (2019). Pelestarian Candi Muaro Jambi Sebagai Benda Cagar Budaya Dan Pariwisata Di Provinsi Jambi. Journal V-Tech (Vision Technology), 2(1), 99–109. https://doi.org/10.35141/jvt.v2i1.509

Pearson, M., & Sullivan, S. (1995). Looking After Heritage Places : The Basic of Heritage Planning, for managers, Landowners and Administrators. Melbourne University Press.

Prompayuk, S., & Chairattananon, P. (2016). Preservation of Cultural Heritage Community: Cases of Thailand and Developed Countries. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 234, 239–243. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.10.239

Suprapto, Y. (2020, September 18). Debu Batubara Resahkan Warga Desa Muarajambi. MONGABAY. https://www.mongabay.co.id/2020/09/18/debu-batubara-resahkan-warga-desamuara-jambi/

Tamin, R. P., Puri, S. R., & Hardiyanti, R. A. (2019). Exploration of Tree Species in Muaro Jambi Temple Complex. Media Konservasi, 24(3), 245–251. https://doi.org/10.29244/medkon.24.3.245-251

Taylor, W. (1973). A Study of Archaeology.

Feffer & Simons.Turner, B. L., Kasperson, R. E., Matsone, P. A., McCarthy, J. J., Corell, R. W., Christensene, L., Eckley, N., Kasperson, J. X., Luers, A., Martello, M. L., Polsky, C., Pulsipher, A., & Schiller, A. (2003). A framework for vulnerability analysis in sustainability science. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 100(14), 8074–8079. https://doi.org/10.1073/pnas.1231335100

UNISDR. (2009). 2009 UNISDR Terminology on Disaster Risk Reduction. International Stratergy for Disaster Reduction (ISDR), 1–30. www.unisdr.org/publications

Wahyuningsih, I. (2010). Physical Carrying Capacity (Daya Dukung Fisik) Candi Borobudur. Jurnal Konservasi Benda Cagar Budaya Borobudur, IV (4), 30–35.

Wardani, N. A., Barus, B., & Nurisyah, S. (2020). Analisis Eksistensi Benda Cagar Budaya Dalam Tata Ruang Kota Guna Mendukung Pelestariannya di Kota Surakarta. Tataloka, 22(2), 146–161. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.2.146-16




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v26i2.220

Copyright (c) 2021 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Abstracted/Indexed by:
 
  Dimensions
 
Copyright of Siddhayatra Jurnal Arkeologi (e-ISSN:2598-1056, p-ISSN:0853-9030).
Crossref logo