NASKAH INCUNG SASTRA MELAYU KLASIK YANG TERLUPAKAN

Muhammad Ali Surakhman

Abstract


Penelitian naskah Incung yang mer upa kan salah satu dari peninggalan kesusastraan Melayu Klasik bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi tentang kesusastraan Incung yang sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakat Kerinci sendiri. Pada gilirannya dapat membantu masyarakat melestari dan mengembangkan kesusastraan klasik ini. Selain itu, dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang sastra Incung Kerinci untuk kegiatan bagi pengembangan bahasa, pelajaran muatan lokal, referensi perpustakaan, penelitian dan kontribusi untuk memajukan bahasa dan sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada naskah sastra Incung, yang masih disimpan sebagai benda-benda pusaka di Kerinci. Di sini tidak semua materi dalam kesusastraan Kerinci dapat disajikan secara lengkap, penyusunannya memperhatikan nilai-nilai keaslian lokal pada naskahnaskah Incung itu sendiri, untuk membuktikan itu kita melakukan pengamatan langsung terhadap naskah sastra Incung, di beberapa ilayah Kabupaten Kerinci, yaitu Rawang, Semurup, dan Koto Tuo, pengamatan dilakukan dengan cara kritis terhadap bentuk grafis aksara Incung dan isi dalam naskah Incung Kerinci, pada tahap berikut dilanjutkan dengan studi kepustakaan melihat dan membandingkan dengan hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya. Dari hasil penelitian didapat, salah satu peninggalan peradaban masa silam yang terdapat di Sumatera adalah kesastraan Incung. Bahasa Kerinci Kuno merupakan  bahasa lingua franca suku Kerinci zaman dahulu. Kalau kita simak fonetis yang terdapat dalam naskah-naskah Incung umumnya memakai bahasa Melayu Kuno, merupakan bahagian dari bahasa Melayu zaman lampau yang penyebaran meluas dari Madagaskar sampai ke lautan Fasifik. Tidak dapat disangkal lagi, Sastra Indonesia Lama yang lazim dikenal dengan istilah “Sastra Melayu Klasik”, kedalamnya termasuk juga Sastra Incung Kerinci.


Keywords


Bahasa Kerinci; Sastra Incung; Sastra Melayu

Full Text:

PDF

References


Aken, A.Ph. van

“Mededeelingen Encyclopaedisch Bureau”. Batavia: N.V.P. Papyrus.

Amerta, Berkala Arkeologi 16

/1996 “Bahasa Arab Dalam Naskah Surat Penguasa Pagaruyung Kepada Pembesar Negeri Kerinci”. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Alimin, et.al. 2003. Sastra Incung Kerinci. Kerinci: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci

Anonim

“Medan Bahasa, Madjalah”. Djakarta: Kementerian Pendidikan Pengadjaran dan Kebudayaan.

Anonim

“Mencermati Nilai Budaya Masa Lalu Dalam Menatap Masa Depan”. Jakarta: Proyek Peningkatan Penelitian Arkeologi.

Anonim

“Informasi Kebudayaan Daerah Kabupaten Kerinci”. Sungai Penuh: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci.

Bakel, Jet

“Het Verbond met de Tijger – Visies op mensenetende dieren in Kerinci, Sumatra”. Leiden: Reseach School of Asian, African, and Amerindian Studies.

Hakim, Amir

“Kamus Bahasa Kerinci”. Jakarta: Balai Pustaka.

Klerks, A.E.

“Tijdrschrift voor Indische Taal – Land en Volkenkunde”. Geographisch en ethnographisch opstel over de Lanschappen Korintji, Serampas en Sungai Tenang. XXXIX: I-114.

Poerwadarminto, W.J.S.

“Kamus Umum Bahasa Indonesia”. Jakarta: PN. Balai Pustaka.

Tim Penyusun

“Kamus Besar Bahasa Indonesia”. Jakarta: Balai Pustaka.

Watson, D.W.

“Indonesia and the Malay World”. Decision-Making in Rural Households in Kerinci and Minangkabau. 26 (74):13-32.

Westenenk, L.C.

“Rentjong-schrift II. Beschreven hoorns in het landschap Kerintji”. Bijdragen tot deTaal – Land en Volkenkunde. LXI:95-III: 369-399.

Voorhove, P

“Tambo Kerintji”. (Buku salinan asli Tambo Kerinci).

“Kerintji Documents”. Bijdragen tot deTaal – Land en Volkenkunde 126: 369-399.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v24i1.148

Copyright (c) 2019 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.