LAKSANA ARCA DURGA MAHISASURAMARDINI PADA BEBERAPA PURA DI BALI SEBUAH TINJAUAN VARIASI DAN MAKNA

Dewa Gede Yadhu Basudewa

Abstract


Penelitian ini dilakukan berdasarkan keunikan variasi laksana DurgaMahisasuramardini pada beberapa pura di Bali, seperti membawa laksana sesuai denganmitologi tercipatanya Dewi Durga dan sesuai dengan keinginan pribadi pemahat (localgenius). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis variasi dan makna filosofilaksana arca Durga Mahisasuramardini pada beberapa pura di Bali. Pengumpulan datadalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan studi kepustakaan melaluipendekatan kualitatif yang selanjutnya dibahas menggunakan analisis ikonografi dan teorisemiotika. Hasil penelitian menunjukkan Durga sebagai sakti Dewa Siwa sangat sesuaidengan tugasnya sebagai penghancur kejahatan (asura) dan memiliki tugas yang samadengan Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam semesta dari kejahatan (asura). Jenis-jenisvariasi laksana yang dibawa oleh arca Durga Mahisasuramardini dalam penelitian ini adalahcakra, sangkha, sara, gada, pasa, khetaka, khadga, trisula, sakti, pustaka, camara, aksamala,keris, kuncup padma, dan ekor mahisa. Laksana-laksana tersebut sebagai atribut DurgaMahisasuramardini memiliki makna-makna filosofi berdasarkan mitologi dan fungsinya,yaitu sebagai makna kekuatan, kesaktian, kesucian, penghalang, keagungan, dan kesuburanatau kemakmuran alam semesta.


Keywords


Laksana; Durga Mahisasuramardini; Variasi; Makna

Full Text:

PDF

References


Astawa, A.A. Gede Oka.1995-1996. Arca Ardhanariswara di Bali: Tinjauan Tentang Fungsi. Forum Arkeologi, No.1: 1-8.

Badra, I Wayan. 1993. Sebuah Catatan Tentang Arca Durga Mahisasuramardini di Kutri, Gianyar. Forum Arkeologi, No. 1: 32-37.

Bagus, A. A. Gde. 2007. Kultus Dewa Raja dalam Seni Arca di Pura Sibi Agung Kesian. Forum Arkeologi, 20 (1): 61-79.

Bagus, A. A. Gde dan Nyoman Rema. 2017. Keharmonisan dalam Tinggalan Arkeologi di Pura Dangka, Tembau, Denpasar. Forum Arkeologi, 30 (2): 65-76.

Berger, Arthur Asa. 2010. Pengantar Semiotika: Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Bungin, Burhan. 2003. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Ferdinandus, P.E.J. 1983. Wisnu di Atas Garuda dari Trawas sebagai Arca Pancuran. PIA III Proyek Penelitian dan Peninggalan Purbakala. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Libert, Gosta. 1976. Ikonograhy Dictionary of Indian Religions Hinduis-Buddhis-Jains. Leiden: E.J Brill.

Maulana, Ratnaesih. 1979. Variasi Ciri-ciri Arca Durga Mahisasuramardini. Majalah Arkeologi. Jakarta: Lembaga Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Moebirman. 1980. Keris Senjata Pusaka. Jakarta: Yayasan Sapta Karya.

Renik, S.A. Ketut. 1983. Arca Durga Mahisasuramardini di Pura Dalem Kahyangan Alas Kedaton. Majalah Arkeologi. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Santiko, Hariani. 1985. Durga-Laksmi di Jawa. PIA III Proyek Penelitian dan Sejarah Purbakala. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

. 1987. Kedudukan Bhatari Durga di Jawa pada Abad X XV Masehi. Disetasi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Subroto, Ph. 1977. Arca Durga Candi Merak dalam Perbandingan. Buletin No.5 Fakultas Sastra dan Kebudayaan.

Sukendar, Haris. 1999. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Sumerata, I Wayan dan Dewa Gede Yadhu Basudewa. 2015. Arca Bercorak Siwaistis di Kota Denpasar, Bali. Forum Arkeologi. 29 (1): 93-104.

Wirjosuparto, Sutjipto. 1960. Sejarah Seni Arca India. Jakarta-Yogyakarta: Kalimosodo.

Zimmer, Heinrich. 1953. Myth and Simbols in Indian Art Civilization. New York.




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v24i2.155

Copyright (c) 2019 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.