ISLAMISASI BANGKA: TINJAUAN ARKEO-FILOLOGI

Retno Purwanti

Abstract


Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai jalur pelayaran penting setidak-tidaknya sejak awal abad ke-5 Masehi terbukti dengan ditemukannya sisa-sisa bangunan candi di Kotakapur, Kabupaten Bangka Barat. Bukti lain adalah kapal-kapal karam, yang salah satu di antaranya berasal dari abad ke-9 Masehi dengan muatan barang-barang mewah. Kapal dagang tersebut berasal dari Arab yang pada saat itu sudah menganut Islam. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui, bahwa Kepulauan Bangka Belitung sudah bersentuhan dengan Islam sejak abad ke-9 Masehi. Pada saat itu Islam belum masuk dan dianut oleh masyarakatnya. Bukti-bukti arkeologis dan sejarah justru mengungkapkan fakta, bahwa Islam baru mulai masuk di kepulauan ini sejak abad ke-18 Masehi. Namun demikian, darimana Islam masuk ke Bangka dan siapa yang membawanya belum diketahui. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses masuknya Islam di Bangka, terutama berkaitan dengan asal dan pembawanya. Metode penelitian yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah arkeo-filologi. Berdasarkan data arkeologi dan naskah beraksara Jawi yang ditemukan dapat diketahui bahwa Islam masuk ke Bangka berasal dari Palembang dan dibawa oleh ulama keturunan Arab.Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai jalur pelayaran penting setidak-tidaknya sejak awal abad ke-5 Masehi terbukti dengan ditemukannya sisa-sisa bangunan candi di Kotakapur, Kabupaten Bangka Barat. Bukti lain adalah kapal-kapal karam, yang salah satu di antaranya berasal dari abad ke-9 Masehi dengan muatan barang-barang mewah. Kapal dagang tersebut berasal dari Arab yang pada saat itu sudah menganut Islam. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui, bahwa Kepulauan Bangka Belitung sudah bersentuhan dengan Islam sejak abad ke-9 Masehi. Pada saat itu Islam belum masuk dan dianut oleh masyarakatnya. Bukti-bukti arkeologis dan sejarah justru mengungkapkan fakta, bahwa Islam baru mulai masuk di kepulauan ini sejak abad ke-18 Masehi. Namun demikian, darimana Islam masuk ke Bangka dan siapa yang membawanya belum diketahui. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses masuknya Islam di Bangka, terutama berkaitan dengan asal dan pembawanya. Metode penelitian yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah arkeo-filologi. Berdasarkan data arkeologi dan naskah beraksara Jawi yang ditemukan dapat diketahui bahwa Islam masuk ke Bangka berasal dari Palembang dan dibawa oleh ulama keturunan Arab.

Keywords


Islamisasi; Bangka; Data Arkeologi; Naskah

Full Text:

PDF

References


Azra, Azyumardi. 2005. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII Akar Pembaruan Islam Indonesia. Jakarta: Kencana.

Deqy, Teungku Sayyid. 2014. Korpus Mapur Dalam Islamisasi Bangka. Yogyakarta: Ombak.

Flecker, Michael. 2011. “A Ninth-Century Arab Shipwreck in Indonesia The First Archaeological Evidence of Direct Trade With China”, Shipwrecked Tang Treasure And Moonson Winds. Edited by Regina Krahl, John Guy, J. Kith Wilson, and Julian Raby. Smitsonian Institution-Washington D.C. P.101-119.

Gungwu, Wang. 1958. “The Nanhai Trade: A Study of the Early History of Chinese Trade in South China Sea”, dalam JMBRAS, XXXI, part 2 (June), 1958. Kuala Lumpur: Printcraft Limited. Hlm. 1-135.

Groneveldt, W.P. 1960. Notes on The Malay Archipelago and Malaca Compiled From Chinese Sources. Jakarta: Bhratara.

Guy, John. 2011. “Rare and Strange Goods International Trade In Ninth-Century Asia”, Shipwrecked Tang Treasure And Moonson Winds. Edited by Regina Krahl, John Guy, J. Kith Wilson, and Julian Raby. Smitsonian Institution-Washington D.C. P.18-27.

Hawi, Akmal. 1997. “Proses Masuknya Islam di Sumatera Selatan”, Intizar Jurnal Kajian Agama Islam dan Masyarakat Nomor 9 Tahun 1997. Pusat Penelitian IAIN Raden Patah Palembang. Hlm. 60-71.

Kalus, Ludvik. 2008. “Prasasti Islam Yang Tertua di Dunia Melayu”, dalam Claude Guillot dan Ludvik Kalus. Inskripsi Islam Tertua di Indonesia. Jakarta: KPG-EFEO.

Mujib. 1997. “Pemilihan Ulama Kesultanan Palembang: Primordialisme atau Otoritas Sultan?”, Intizar No. 9. Palembang: IAIN Raden Fatah., hlm. 19-38.

-------. 2000. ”Naskah-Naskah Kuno di Pulau Bangka Provinsi Sumatera Selatan” Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Palembang.

-------. 2001. “Nur Muhammad dalam Naskah “Tassawuf” dari Bangka (Analisis Filologis)”, dalam Jurnal Arkeologi Siddhayatra Volume 6 Nomor 2 November 2001. Balai Arkeologi Palembang. Hlm. 75-87.

Purwanti, Retno. 2009. Masuknya Islam di Bangka-Belitung: Tinjauan Arkeologis. Makalah Seminar Nasional Masuknya Islam di Bangka-Belitung Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bangka. Rabu, 19 Agustus 2009 (belum terbit).

Rahim, Husni. 1998. Sistem Otoritas dan Administrasi Islam: Studi tentang Pejabat Agama Masa Kesultanan Palembang dan Kolonial di Palembang. Jakarta: Logos.

Setyorini, Rusmeijani. 1997. Laporan Survei Mentok, Kabupaten Bangka, Provinsi Sumatera Selatan. Jambi: Suaka Peninggalan Sejarah dan Arkeologi Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu (tidak terbit).

Soeroso. 1998. "Bangka Sebelum Sriwijaya", dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No. II/1997-1998, hal. 18-33.

Syukri bin Idrus Shahab, Abdullah. 2005. Ziarah Kubra Seilas Mengenai ’Ulama dan Auliya’ Palembang Darussalam. Cetakan kedua. Palembang: CV. Penuntun.

Wilson, J. Keith and Michael Flecker. 2011. “Dating the Belitung Shipwreck”, Shipwrecked Tang Treasure And Moonson Winds. Edited by Regina Krahl, John Guy, J. Kith Wilson, and Julian Raby. Smitsonian Institution-Washington D.C. P.35-37.

Wolters, O.W. 1967. Early Indonesian Commerce: A Study of The Origin of Srivijaya. Ithaca and London: Cornell University Press.

Zulkifli. 1997. “Pengaruh Ulama Banjar dalam Tradisi Islam di Bangka”. Intizar Jurnal Kajian Agama Islam dan Masyarakat Nomor 9




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v21i1.17

Copyright (c) 2016 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.