GEOLOGI SITUS GUA MARDUA, KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Fadhlan Syuaib Intan, Fadhlan Syuaib Intan

Abstract


Kawasan Karst Mangkulirang menyimpan tinggalan budaya yang berasal dari masa mesolitik yang selama ini belum diperhatikan oleh peneliti lingkungan, khususnya geoarkeologi, salah satunya adalah Situs Gua Mardua. Hal inilah yang menjadi pokok permasalahan yang mencakup kondisi geologi secara umum. Adapun maksud penelitian ini adalah melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya menyajikan informasi geologi terkait dengan situs arkeologi. Tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi di situs-situs arkeologi. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei lapangan, dan interpretasi data lapangan. Pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alam daerah penelitian yang terdiri dari satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi karst. Sungainya berpola aliran dendritik dan rektangular, berstadia Sungai Dewasa- Tua, Sungai Tua, Sungai Periodik/Permanen. Batuan penyusun Situs Gua Mardua adalah batugamping. Struktur geologi berupa kelurusan. Peninggalan arkeologis di Situs Gua Mardua berupa lukisan gua berwarna merah dan hitam berupa gambar telapak tangan, pohon, hewan, dan geometris. Selain itu, terdapat gambar perahu tradisional dan kapal uap. Pertanggalan Uranium/Thorium terhadap kalsit yang menutupi gambar telapak tangan adalah 9.800-10.400 tahun BP, sedangkan dating C-14 terhadap arang yang ada di sekitar gambar cadas yang merujuk 11.750 ± 50 – 5.160 ± 90 tahun yang lalu. Penggunaan hematit sebagai pewarna banyak dijumpai di sungai-sungai dan gunung sekitar situs, demikian pula untuk arang kayu yang tidak terlalu sulit didapatkan


Keywords


Geologi; Holosen; Mesolitik; Situs Tertutup; Lukisan Gua

Full Text:

PDF

References


Arifin Karina. 2014. Situs-Situs Gua Dan Ceruk Di Daerah Karst Kalimantan Timur. Kundungga, Buletin Pelestarian Cagar Budaya, Volume 3, Tahun 2014, Hal. 35–46. http://online.fliphtml5.com/yiqhc/mfzf/

Billing, M.P. 1972. Structural Geology. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliggs, New Jersey. 514p.

BPS. 2020. Kutai Timur Dalam Angka. Badan Pusat Statistik, Kabupaten Kutai Timur. Hal. 202. https://kutimkab.bps.go.id

Desaunettes, J R. 1977. “Catalogue of Land-forms for Indonesia": Examples of a Physiographic Approach to Land Evaluation for Agricultural Development.” Unpublished. 111p. Bogor: Trust Fund of the Government of Indonesia Food and Agriculture Organization.

Heekeren, H.R. van. 1958. Rock-Paintings and Other Prehistoric Discoveries Near Maros (South West Celebes). Laporan Tahunan 1950 Dinas Purbakala Republik Indonesia. Hal. 22-35.

Huang, Walter T. Phd. 1962. Petrology. McGraw-Hill Book Company. 480p.

Intan S. Fadhlan M. 2009. Lingkungan Ge-ologi Kawasan Karst Mangkulirang. Hal. 62. Bagian Laporan Penelitian “Mangkulirang” Kajian Pengelolaan Warisan Budaya Di Kawasan Karst Kutai Timur, Kalimantan Timur. Ja-karta: Puslitbang Kebudayaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata, Departe-men Kebudayaan Dan Pariwisata.

Jarvis, A., H.I. Reuter, A. Nelson, dan E. Guevara. 2008. Hole-filled seamless SRTM data V4. International Center for Tropical Agriculture (CIAT), available from http://srtm.csi.cgiar.org.

Kosasih. 1983. Lukisan Dinding Gua di In-donesia Sebagai Sumber Data Penelitian Arkeologi. Pertemuan Ilmiah Arkeologi III. Hal. 158-172 . Ja-karta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Kosasih, E. A dan Bagyo Prasetyo. 1995. Survei gua-gua di Pegunungan Muller, Kabupaten Kutai, Provinsi Kali-mantan Timur. Laporan Penelitian Arkeologi 1995/1996. Banjarmasin: Balai Arkeologi Banjarmasin. Hal. 10. Belum terbit.

Lobeck, Armin Kohl. 1939. Geomorphology. McGraw-Hill Book Company, Inc., New York and Company. 731p.

Nasruddin. 2008. Potensi Gua Hunian Purba Kutai Timur. Dalam Karst Kutai Timur: Potensi Pusaka Alam dan Pusaka Budaya Kawasan Karst Kabupaten Kutai Timur. Bagian 3c, Pindi Se-tiawan (Penyunting). Samarinda: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Timur . Hal. 50-61.

Nasruddin, Prasetyo Bagyo, Intan S. Fadhlan M., Jatmiko, Arby M. Aurora. 2009. “Mangkulirang” Kajian Pengelolaan Warisan Budaya Di Kawasan Karst Kutai Timur, Kalimantan Timur. Hal. 153. Bagyo Prasetyo (Penanggung Jawab). Jakarta: Puslitbang Kebudayaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata, Departemen Ke-budayaan Dan Pariwisata.

Nasruddin. 2014. Pengelolaan Integratif Cagar Budaya Di Kawasan Karst Sangkulirang, Kutai Timur. Kundungga, Buletin Pelestarian Cagar Bu-daya, Volume 3, Tahun 2014. Sa-marinda: Balai Pelestarian Cagar Bu-daya . Hal. 59–81.

Peraturan Gubernur Kalimantan Timur No-mor 50 Tahun 2016 Tentang Penyesuaian Rencana Pembangunan




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v25i2.189

Copyright (c) 2020 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Abstracted/Indexed by:
 
  Dimensions
 
Copyright of Siddhayatra Jurnal Arkeologi (e-ISSN:2598-1056, p-ISSN:0853-9030).
Crossref logo