PEMUJAAN TERHADAP MAKAM, TRADISI MASYARAKAT LEBONG, BENGKULU

Sigit Eko Prasetyo, Muhammad Nofri Fahrozi

Abstract


Kematian menjadi salah satu perhatian manusia sejak zaman kuno. Perlakuan terhadap orang mati telah menciptakan bangunan megah seperti piramida di Mesir hingga yang sederhana seperti adanya batu nisan untuk menandai sebuah kuburan. Dalam tradisi megalitik, menhir digunakan sebagai kultus leluhur, tapi sekarang menhir telah berkembang menjadi batu nisan, juga digunakan di masyarakat pedesaan seperti di Lebong. Animisme yang sudah ada sejak zaman prasejarah masih berlanjut hari ini. Gejala sosial unik dalam masyarakat Lebong terlihat pada fenomena kepercayaan mereka terhadap makam. Saat ini mayoritas masyarakat Lebong beragama Islam, namun dalam praktek kegiatan sosial sehari-hari banyak aspek yang membuktikan bahwa kepercayaan mereka bercampur dengan kepercayaan lain khususnya animisme. Tulisan ini membahas tentang batu tegak yang dipercaya oleh masyarakat Lebong saat ini, sebagai makam yang memiliki kekuatan magis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari mereka. Masyarakat Lebong saat ini identik dengan tradisi Melayu yang kuat dengan unsur Islam. Hal tersebut tentu saja membuat kajian ini menarik untuk dibahas, karena anggapan tersebut menjelaskan bagaimana fenomena sinkretisme terjadi dalam kehidupan sosial mereka.

Keywords


Makam; Menhir; Animisme

Full Text:

Untitled

References


Freud, Sigmund. 1918. Totem and Taboo: Resemblances between the Psychic Lives of Savages and Neurotic. New York: Moffat, Yard & Co.

Grant, Jim, Sam Gorin, dan Neil Fleming. 2001. The Archaeology Coursebook; an introduction to study skills, topics, and methods; London: Routledge.

Hendrata, Ade Oka. 2010. “Persebaran Nisan Makam Berbentuk Menhir Di Sumatera Selatan”, dalam jurnal Siddhayatra Vol. 15, nomor 1. Balai Arkeologi Palembang: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. 27-32.

James, E. O. 1962. Prehistoric Religion, A Study in Prehistoric Archaeology. New York: Barns and Nobel Inc. 105 Fifth Avenue.

Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Pals, Daniel L. 2001. Seven Theories of Religion: dari Animisme E.B. Taylor, Materialisme Karl Marx Hingga Antropologi Budaya C.Geertz, Terjemahan Ali Noor Zaman, Yogyakarta: Qalam.

Prasetyo, Sigit Eko. 2012. Laporan Penelitian Arkeologi. Survei Arkeologi Dataran Tinggi Bengkulu Tahap IV (Kabupaten Lebong). Balai Arkeologi Palembang: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (tidak diterbitkan).

Simanjuntak, Truman. 2015. Gua Harimau dan Perjalanan Panjang Peradaban OKU. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Simuh. 1988. Kebudayaan Jawa dan Kebudayaan Pesantren. Yogyakarta: Panitia Penyelenggara Temu Budaya Daerah Propinsi Daerah Istimewa.

Soejono, R.P. 1993. Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta: PN. Balai Pustaka.

Sukendar, Haris. 1985. “Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah Di Indonesia” procceding Pertemuan Ilmiah Arkeologi III. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. 92-108.

Tilley, Christopher. 1991. “Interpreting Material Culture” dalam I. Hodder (ed.) The Meaning of Things; Routledge; London. 185-194.

Wagner, H.G. Quaritch. 1962. Indonesia: The Art of an Islan Group; Art of The World Series; New York.

Wiyana, Budi dan Tri Marhaeni, S.B. 1997. Laporan Penelitian Penjajakan Arkeologi Di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Palembang. Balai Arkeologi Palembang.(tidak diterbitkan).

Wiyana, Budi. 2004. Laporan Penelitian Arkeologi. “Fungsi Batu Tegak di Kabupaten Lahat dan Pagaralam.”. Palembang: Balai Arkeologi Palembang. (tidak diterbitkan).

Wunn, Ina. 2000. “Beginning of Religion – The Belief of Paleolithic Man”, dalam Numen – International Review for the History of Religions, Vol. XLVII/2000. Leiden: Koninklijke Brill NV. 417-448.

Wolf, Eric. 1991. Religious Regimes and State-formation : Perspectives From European Ethnology. New York: State University of New York Press

Sumber Internet:

http://lebongkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2 Oktober 2016

http://kbbi.web.id/. Diakses tanggal 5 Oktober 2016




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v21i2.20

Copyright (c) 2016 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.