UNGKAPAN LADA DALAM HIKAYAT BANJAR SEBUAH ANALISIS SEMIOTIK

imam hindarto, Vida Pervaya Rusianti Kusumartono, sigit eko prasetyo

Abstract


Lada merupakan tanaman yang berpengaruh dalam perkembangan sejarah kebudayaan masyarakat Banjar di Kalimantan bagian selatan. Tanaman ini disebut-sebut dalam Hikayat Banjar sebagai tanaman yang diwasiatkan oleh raja-raja yang memerintah pada periode pra Kesultanan Banjar. Telaah ini mengusung permasalahan makna dan proses simbolis lada dalam Hikayat Banjar. Tujuannya untuk memahami makna lada dalam kebudayaan masyarakat Banjar. Melalui analisis semiotika dan interpretasi proses simbolis telah diperoleh simpulan bahwa makna lada telah berkembang dari tanaman botanis menjadi tanaman bermakna ekonomis dan politis. Dapat disimpulkan pula bahwa ungkapan lada dalam Hikayat Banjar merujuk pada sejarah penanaman lada di Kesultanan Banjar pada pertengahan abad ke-18 M. Pada periode tersebut telah terjadi persaingan dagang yang berujung konflik fisik di lingkungan internal kesultanan yang melibatkan pihak luar. Peristiwa ini telah menginspirasi penulis hikayat untuk menciptakan lada sebagai simbol budaya. Tujuannya untuk mengingatkan generasi penerus tentang dampak kapitalisme terhadap keberlanjutan kebudayaan Banjar.

Keywords


lada; mitos; makna; wasiat raja-raja; kapitalisme

Full Text:

PDF

References


Ahyat, Ita Syamtasiyah. 2014. “Pepper Trade and the Sultanate of Banjarmasin in the 17th - 18th Century.” International Journal of Science and Research (IJSR) 3 (8): 1491–96. https://www.ijsr.net/archive/v3i8/MDIwMTUyNzM=.pdf.

Arman, Dedi. 2018. “Perdagangan Lada Di Jambi Abad XVI-XVIII” 1 (2): 81–105.

Barthes, Roland. 2010. Imaji Musik Teks Analisis Semiologi Atas Fotografi, Iklan, Film, Musik, Alkitab, Penulisan Dan Pembacaan Serta Kritik Sastra. Edited by Alfathri Adlin. 1st ed. Yogyakarta: Jalasutra.

Dove, Michael R. 1997. “The ‘Banana Tree at the Gate’: Perceptions of Production of Piper Nigrum (Piperaceae) in a Seventeenth Century Malay State.” Economic Botany 51 (4): 347–61. https://doi.org/10.1007/BF02861045.

Dove, Michael R. 2019. “Plants, Politics, and the Imagination over the Past 500 Years in the Indo-Malay Region.” Current Anthropology 60 (S20): S309–20. https://doi.org/10.1086/702877.

Hoed, Benny H. 2011. Semiotik Dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas bambu.

Kuntowijoyo. 2006. Budaya Dan Masyarakat Edisi Paripurna. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Mansyur, Mursalin dan Wisnu Subroto. 2019. Sahang Banjar Banjarmasin dalam Jalur Perdagangan Rempah Dunia Abad 18. Banjarmasin: Pemerintah Kota Banjarmasin

Rafiek, M. 2015. “Tumbuhan Dalam Hikayat Banjar: Larangan, Manfaat, Akibat, Asal Usul Dan Pertanda” 3 (1): 107–15. http://journalarticle.ukm.my/8552/1/Tumbuhan_dalam_hikayat_raja_banjar.pdf.

Ras, Johannes Jacobus. 1968. Hikajat Bandjar a Study in Malay Historiography. The Hague: Martinus Nijhoff.

Reid, Anthony. 2011. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid 2: Jaringan Perdagangan Global. 2nd ed. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sonny CH. Wibisono, Novida Abbas, Vida PR Kusmartono, Harry Widianto. 1995. “Ekskavasi Situs Benteng Tabanio Tahap I Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.” Naditira Widya 01: 1–67.

Subroto, Mansur; Mursalin; Wisnu. 2019. Sahang Banjar Banjarmasin Dalam Lajur Perdagangan Rempah Dunia Abad 18. Kota Banjarmasin: Pemerintah Kota Banjarmasin.

Sulandjari. 1991. “Politik Dan Perdagangan Lada Di Kesultanan Banjarmasin (1747-1787).” Universitas Indonesia.

Swantoro, P. 2019. Perdagangan Lada Abad XVII Perebutan Emas Putih Dan Hitam Di Nusantara. Pertama. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Turner, Jack. 2011. Sejarah Rempah Dari Erotisme Sampai Imperialisme. 1st ed. Depok: Komunitas Bambu.

http://hdl.handle.net/1887.1/item:738927




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v26i1.201

Copyright (c) 2021 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Abstracted/Indexed by:
 
  Dimensions
 
Copyright of Siddhayatra Jurnal Arkeologi (e-ISSN:2598-1056, p-ISSN:0853-9030).
Crossref logo