KEHIDUPAN BERAGAMA GOLONGAN RESI DI SITUS GUNUNG KAWI TAMPAK SIRING

Hagim Ginting Tiga, I Wayan Srijaya, Ni Ketut Puji Astiti Laksmi

Abstract


Penelitian ini membahas tentang kehidupan beragama golongan resi pada masa lampau, sekitar akhir abad ke-10 hingga akhir abad ke-12, di Situs Gunung Kawi, berdasarkan peninggalan purbakala dan didukung oleh sumber-sumber tertulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekonstruksi kehidupan beragama golongan resi pada masa lampau di Situs Gunung Kawi melalui peninggalan budaya material yang mereka tinggalkan. Selain itu, penelitian semacam ini belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga berguna untuk menambah khazanah penelitian di Situs Gunung Kawi. Penelitian ini dil-akukan berdasarkan langkah-langkah kerja dalam penelitian arkeologi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Situs Gunung Kawi adalah sebuah Mandala (kadewaguruan) atau tempat suci bagi para pertapa/resi, sedangkan fungsi religi dari pahatan-pahatan candi di Situs Gunung Kawi adalah sebagai yantra atau sarana meditasi dalam praktik yoga Tantra. Makna simbolis pahatan-pahatan candi di Situs Gunung Kawi berlipat ganda. Di satu sisi melambangkan gagasan Mahameru-amerta, dan di sisi lain merupakan metafora untuk jalan Tantra Kundalini, dan melambangkan kesatuan dualisme Siwa dan Sakti sebagai tujuan akhir dari jalan Tantra. Praktik keagamaan di Situs Gunung Kawi pada masa lalu mencapai kalepasan sebagai pembebasan terakhir.


Keywords


Kehidupan Beragama; Golongan Resi; Situs Gunung Kawi; Bali Kuno; Pahatan Candi.

Full Text:

PDF

References


Anderson, Benedict R. O’G. 2016. Kuasa Kata-kata: Jelajah Budaya-budaya Politik di Indonesia. Yogyakarta: MataBangsa.

Astra, I Gde Semadi. 1986. “Sekilas tentang Kedudukan dan Peranan Tokoh Agama dalam Periode Abad IX–XI di Bali,” dalam PIA IV, Cipanas, 3–9 Maret 1986, Buku IIa: Aspek Sosial–Budaya. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hal. 161–180.

------. 2008. “Kedudukan dan Peranan Tokoh Agama dalam Usaha Bina Negara: Bercermin pada Masa Lampau,” dalam I Ketut Setiawan (eds.), Pusaka Budaya dan Nilai-nilai Religiusitas: Karya Persembahan Untuk Prof. Dr. I Gusti Gde Ardana. Denpasar: Jurusan Arkeologi Universitas Udayana. Hal. 10–29.

------. 2009. “Sekte-sekte pada Masa Bali Kuno Berdasarkan Rekaman Prasasti,” dalam I Wayan Ardika, dkk. (eds.), Dinamika Sosial Masyarakat Bali dalam Lintasan Sejarah. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana. Hal. 20–40.

Bagus, Anak Agung Gde dan Hedwi Prihatmoko. “Kearifan Lokal dalam Pembangunan Kompleks Candi Gunung Kawi,” dalam Forum Arkeologi Vol-ume 29 Nomor 2 Agustus 2016, Denpasar: Balai Arkeologi. Hal 105–116.

Ekawana, I Gusti Putu. 1986. Data Bangunan dalam Beberapa Prasasti Bali. Dalam Proceedings PIA IV Cipanas, 3–8 Maret 1986, Buku I: Manusia, Lingkungan Hidup, dan Teknologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hal.142–168.

Goris, R. 1954. Prasasti Bali I. Jakarta: Lembaga Bahasa dan Budaja (Fakultas Sastra dan Filsafat) Universitas Indonesia.

------. 1974. Sekte-sekte di Bali. Jakarta: Bhratara.

Kempers, A. J. Bernet. 1991. Monumental Bali: Introduction to Balinese Archaeology & Guide to the Monuments. Singapore: Periplus Editions, inc.

Kieven, Lidya. 2014. Menelusuri Figur Bertopi pada Relief Candi Zaman Majapahit: Pandangan Baru terhadap Fungsi Religius Candi-candi Periode Jawa Timur Abad ke-14 dan ke-15. Jakarta: KPG bekerjasama dengan École française d’Extrême-Orient dan Institut Français d’Indonésie.

Laksmi, Ni Ketut Puji Astiti. 2017. “Identitas Keberagamaan Masyarakat Bali Kuno pada Abad IX–XIV Mase-hi: Kajian Epigrafis,” (Disertasi). Depok: Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (tidak dipublikasikan).

Magetsari, Nurhadi. 2016. “Kemungkinan Agama Sebagai Alat Pendekatan dalam Penelitian Arkeologi Klasik.” Dalam Perspektif Arkeologi Masa Kini dalam Konteks Indonesia. Jakarta: Kompas. Hal.437–442.

Munandar, Agus Aris. 1990. “Kegiatan Keagamaan di Pawitra: Gunung Suci di Jawa Timur Abad 14–15,” (Tesis). Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia (Tidak dipublikasikan).

Mundardjito. 2002. Pertimbangan Ekologis Penempatan Situs Masa Hindu–Buda di Daerah Yogyakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerjasama dengan École française d’Extrême-Orient.

Noorduyn, J. 2019. Perjalanan Bujangga Manik Menyusuri Tanah Jawa Data Topografis dari Sumber Sunda Kuno. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Ramelan, Wiwin Djuwita Sudjana (editor). 2014. Candi Indonesia: Seri Sumatera, Kalimantan, Bali, Sumbawa. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Santiko, Hariani. 1990. “Kehidupan Beragama Golongan Rsi di Jawa.” Dalam Monumen: Karya Persembahan Untuk Prof. Dr. R. Soekmono. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Hal.156–171.

Setiawan, I Ketut. 2008. “Mengamati Aktivitas Keagamaan Masyarakat Bali Kuno Melalui Tinggalan Arkeologis.” Dalam Pusaka Budaya dan Nilai-nilai Religiusitas: Karya Persembahan Untuk Prof. Dr. I Gusti Gde Ardana. Denpasar: Jurusan Arkeologi Universitas Udayana. Hal.46–58.

Soebadio, Haryati. 1985. Jñānasiddhânta. Jakarta: Djambatan.

Soekmono, R. 2017. Candi: Fungsi dan Pengertiannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Srijaya, I Wayan. 1996. “Pola Persebaran Situs Keagamaan Masa Hindu–Buda di Kabupaten Gianyar, Bali: Suatu Kajian Ekologi,” (Tesis). Depok: Pro-gram Pascasarjana Universitas Indonesia (tidak dipublikasikan).

Stuart-Fox, David J. 2010. Pura Besakih: Pura, Agama, dan Masyarakat Bali. Denpasar: Pustaka Larasan.

Suantika, I Wayan. 1989. “Segara Gunung, Hubungannya dengan Bangunan Suci di Bali,” dalam Proceedings Pertemuan Ilmiah Arkeologi V, Yogyakarta, 4–7 Juli 1989, Buku IIA: Kajian Arkeologi Indonesia. Jakarta: IAAI. Hal. 319–333.

Sunjana, Dani. 2016. “Pola Penataan Ruang dan Implikasinya terhadap Interaksi, dan Hirarki Sosial Manusia Masa Lampau pada Situs Gunung Kawi, Kabupaten Gianyar, Bali,” (Skripsi). Denpasar: Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (tidak dipublikasikan).

Susanti, Ninie. 2010.Airlangga: Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI. Jakarta: Komunitas Bambu.

Tanudirjo, Daud Aris. 2019. “Kuasa Makna.” Dalam Kuasa Makna: Perspektif Baru dalam Arkeologi Indonesia. Yogyakarta: Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Hal.5–20.

Zoetmulder, P. J. 1983. Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Djambatan.




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v26i1.204

Copyright (c) 2021 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Arkeologi Sumatera Selatan
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.