PERTIMBANGAN PENGGUNAAN TIMAH SEBAGAI MEDIA PENULISAN PRASASTI DI SUMATERA

Muhamad Alnoza

Abstract


Prasasti merupakan suatu benda yang dipermukaannya digoreskan tulisan, yang isi tulisannya dapat berupa dokumen yang menyuratkan informasi tertentu. Bahan yang digunakan dalam penulisan prasasti memiliki beberapa variasi, antara lain batu, perunggu atau tembaga, emas, daun lontar dan lain sebagainya. Penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Selatan di tahun 2018 menunjukkan bahwa telah ditemukan beberapa prasasti yang media penulisannya adalah timah. Fenomena ini menjadi suatu fakta baru dalam dunia arkeologi Indonesia, karena belum ditemukan prasasti yang media penulisannya berupa timah. Kajian ini berusaha menjawab permasalahan mengenai alasan atau latar belakang dari penggunaan timah sebagai media tulis prasasti. Metode yang digunakan antara lain pengumpulan data, analisis dan interpretasi. Kajian ini menghasilkan pemahaman bahwa pemilihan timah sebagai media tulis berkaitan dengan aspek fungsional (kaitan prasasti dengan kegunaannya di masyarakat) dan aksesibilitas (kaitan prasasti dengan pilihan bahan yang tersedia sebagai medium penulisan).

Keywords


Prasasti; Sriwijaya; Sumatera; Timah

Full Text:

PDF

References


Alnoza, M. (2020). Konsep Raja Ideal pada Masa Sriwijaya Berdasarkan Bukti-Bukti Tertulis. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 11(2), 97. https://doi.org/10.37014/jumantara.v11i2.1041

Andhifani, W. R. (2013). Naskah ulu tanduk kerbau: sebuah kajian filologi. Forum Arkeologi, 26(2), 145–152.

Andhifani, W. R. (2018). Identitas Aksara dan Bahasa di Sumatera bagian Se-latan.

Boechari. (2012a). Epigrafi dan Sejarah Kuno. In Melacak Sejarah Kuno Indo-nesia lewat Prasasti (pp. 3–28). Depar-temen Arkeologi FIB UI.

Boechari. (2012b). New Investigation on The Kedukan Bukit Inscription. In Boechari (Ed.), Melacak Sejarah Kuno Indonesia lewat Prasasti (pp. 385–399). Kepustakaan Populer Gramedia.

Boechari. (2012c). Ritual Deposits of Candi Gumpung (Muara Jambi). In Melacak Sejarah Kuno Indonesia lewat Prasasti (pp. 453–466). Kepustakaan Populer Gramedia dan EFEO.

Charras, M. (2016). Feeding an Ancient Harbour-City: Sago and Rice in the Palembang Hinterland. Bulletin de l’Ecole Française d’Extrême-Orient, 102(1), 97–123. https://doi.org/10.3406/befeo.2016.6232

Coedes, G. (2014). Prasasti berbahasa Melayu Kerajaan Srivijaya. In G. Coedes, L.-C. Damais, H. Kulke, & P.-Y. Manguin (Eds.), Kedatuan Sriwijaya (pp. 45–88). Komunitas Bambu.

Fadhilah, R. N., & Ngurah Tara Wiguna, I. G. (2019). Kajian Epigrafi pada Piagem Kesultanan Palembang. Humanis, 23(3), 209. https://doi.org/10.24843/jh.2019.v23.i03.p07

Gibbon, G. (2013). Critically Reading the Theory and Methods of Archaeology: An Introductory Guide. Rowman & Littlefield Publishers.

Groeneveldt, W. P. (2018). Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Komunitas Bambu.

Gusnelly. (2016). Sejarah Pengelolaan Timah dan Tanggungjawab Sosial Perusahaan Tambang Timah di Bangka Belitung. Patrawidya, 17(3), 7–10.

Indrajaya, A. (2011). Stupika dan Votive Tablet Borobudur. Jurnal Konservasi Borobudur, 5(1), 36–40.

Magetsari, N. (2016). Manunggaling Kawulo Gusti: Kajian terhadap Sang Hyang Kamahanayikan dan Jňāsiddhānta. In Perspektif Arkeologi Masa Kini: dalam Konteks Indonesia (pp. 123–130). Kompas Media Nusantara.

Munadi, E. (2016). Kurangnya Kesadaran Produksi yang Berwawasan Lingkungan dan Pengembangan Industri Pengolahan Timah. In Z. Salim & E. Munadi (Eds.), Info Komoditi Timah (pp. 1–6). Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan.

Munandar, A. A. (2017). Jejak Masa Silam: Pesan-pesan Prasasti Sriwijaya. In Kaladesa: Awal Sejarah Nusantara (pp. 133–154). Wedatama Widyasastra.

Munandar, A. A. (2019). Bentuk-bentuk Prasasti Batu: Upaya Interpretasi Makna. In Kalpalata: Data dan Interpretasi Arkeologi (pp. 69–106). Wedatama Widyasastra.

Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (2010). Sejarah Nasional Indonesia Jilid II: Zaman Kuno. Balai Pustaka.

Purwanti, R. (2014). Bata Bertanda dari Candi Bumiayu I. Siddhayatra, 19(1), 1–9.

Sunliensyar, H. H. (2017). Menggali Makna Motif Hias Bejana Perunggu Nusantara : Pendekatan Strukturalisme Levi-Strauss. Berkala Arkeologi, 37(1), 51–68.

Taim, E. A. (2013). Studi Kewilayahan da-lam Penelitian Sriwijaya. Kalpataru, 22(2), 61–122.

Tejowasono, N. S., Laksmi, N. K. P. A., Andhifani, W. R., Prihatmoko, H., Meyanti, L., Nasoichah, C., Chandra, D., & Minanda, D. (2019). Prasasti Timah di Indonesia: Katalog Prasasti Timah di Sumatera. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Tjandrasasmita, U. (2009). Prasasti dan Naskah Kuno sebagai Media Komunikasi. In Arkeologi Islam Nusantara (pp. 279–287). PT. Gramedia Pustaka.

Trigangga. (2015). Prasasti & Raja-Raja Nusantara. Museum Nasional Jakarta.

Utomo, B. B. (2007). Prasasti-prasasti Sumatra. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Utomo, B. B. (2013). Arca-Arca Berlanggam Sailendra di Luar Tanah Jawa. Amerta: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 31(1), 1–24. jurnalarkeologi.kemdikbud.go.id

Van Heekeren, H. R. (1958). The Bronze-Iron Age of Indonesia. Martinus Nijhoff. https://doi.org/10.1163/9789004286443




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v26i1.206

Copyright (c) 2021 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Abstracted/Indexed by:
 
  Dimensions
 
Copyright of Siddhayatra Jurnal Arkeologi (e-ISSN:2598-1056, p-ISSN:0853-9030).
Crossref logo