WASTWASAMBHAWOTPĀTA PADA MASA PEMERINTAHAN RAJA JAYAPANGUS

Ni Putu Resti Telasih, Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, Zuraidah Zuraidah

Abstract


Pembangunan sebuah rumah memiliki aturan tertentu. Begitupula pembangunan rumah di masa lampau menggunakan aturan-aturan tertentu yang diatur dalam prasasti. Dalam menentukan lokasi bangunan perlu memperhatikan lingkungan dan masyarakatnya. Selain itu, terdapat pula beberapa ritual yang dilaksanakan apabila terdapat pelanggaran yang dilakukan masyarakat dalam membangun rumah. Istilah pelanggaran tersebut disebut dengan Wastwasambhawotpāta. Istilah tersebut ditemukan dalam beberapa Prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus yang menyebutkan terkait dengan ritual upakara Caru Prayaҫcita sebagai salah satu cara untuk mencegah bencana yang disebabkan oleh Wastwasambhawotpāta. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelanggaran pembangunan rumah yang dilakukan di masa lampau dan untuk mengetahui cara yang dilakukan untuk mengatasinya agar tidak mengakibatkan dampak negatif dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berupa data deskriptif dan dikaji dengan dua teori, yakni teori religi dan teori simbol. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa di masa pemerintahan Raja Jayapangus terdapat beberapa pantangan dalam membangun rumah, apabila dilanggar diperlukan suatu ritual untuk mencegah bencana yang ditimbulkan.


Keywords


Wastwasambhawotpāta; Pemerintahan Raja Jayapangus; Prasasti

Full Text:

PDF

References


Ayatrohaedi, A.S, dkk. 1987. “Jaman Pemerintahan Maharaja Jayapangus di Bali (1178 M-1181 M). Skripsi. Denpasar: Universitas Udayana.

Budiastra, Putu. 1977. Empat Lembar Prasasti Jayapangus. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Covarrubias, Miquel. 2013. Pulau Bali Temuan yang Menakjubkan. Denpasar: Udayana University Press.

Koentjaraningrat. 1985. Ritual Peralihan di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Koentjaraningrat. 2014. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia.

Laksmi, Ni Ketut Puji Astiti. 2017. “Identitas Keberagamaan Masyarakat Bali Kuno pada Abad IX-XIV Masehi: Kajian Epigrafis” Disertasi Pro-gram Pasca Sarjana. Jakarta: Universitas Indonesia.

Triguna, I. B. G. 2000. Teori Tentang Simbol. Denpasar: Widnya Dharma.

Wiana, I Ketut. 2001. Makna Upacara Yajña dalam Agama Hindu. Surabaya : Pāramita.

Wiguna, I Gst. Ngr. Tara, dkk. 2004. Him-punan Prasasti-Prasasti Bali Pada Masa Pemerintahan Raja Jayapangus. Denpasar: Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Wiguna, I Gst. Ngr. Tara, dkk. 2008. Ter-jemahan Prasasti-Prasasti Bali Abad XII ke dalam Bahasa Indonesia. Denpasar: Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Yuliati, Citha. 2008. “Tinggalan Arkeologis dalam Kajian Budaya”, Forum Arkeologi No.III/Oktober 2008. Denpasar: Balai Arkeologi Denpasar.

Wardi, I Nyoman. 1986. “Keagamaan Pada Zaman Bali Kuno Abad X-XI (Suatu Kajian Epigrafi). Skripsi. Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Zoetmulder, P.J. 1995. Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama




DOI: https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v26i1.207

Copyright (c) 2021 Siddhayatra: Jurnal Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Abstracted/Indexed by:
 
  Dimensions
 
Copyright of Siddhayatra Jurnal Arkeologi (e-ISSN:2598-1056, p-ISSN:0853-9030).
Crossref logo