BANYU BIRU: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH

Muhammad Fadhlan Syuaib Intan

Abstract


Air Sugihan merupakan daerah rawa pasang surut yang dalam arkeologi termasuk dalam kajian arkeologi lahan basah. Daerah ini adalah suatu wilayah permukiman sejak awal-awal masa sejarah hingga abad ke-11 Masehi. Lokasi penelitian difokuskan di wilayah Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Tulisan ini membahas kondisi lingkungan geologi, yang mencakup bentuk dan pola aliran serta posisi dan hubungan antara sungai lama dengan Sungai Air Sugihan. Tujuan pemetaan jejak sungai lama adalah mencari hubungan antara sungai-sungai lama dengan beberapa sungai yang masih mengalir. Rangkaian metode penelitian yang digunakan antara lain studi pustaka, survei lapangan, analisis peta, dan pemetaan jejak sungai lama. Wilayah penelitian termasuk dalam satuan morfologi dataran, dengan ketinggian 5-15 meter di atas permukaan air laut. Stadia sungai tergolong dewasa-tua, dengan pola pengeringan deranged, dan sungai periodis. Banyu Biru tersusun oleh satuan aluvial dan endapan rawa yang umumnya bersifat tufan, serta tidak mengalami gangguan struktur geologi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sungai lama terkoneksi dengan Sungai Air Sugihan.


Keywords


Arkeologi Lahan Basah; Jejak Sungai Lama; Situs Air Sugihan

Full Text:

PDF

References


Army Map Service, 1955. Peta Topografi Lembar SA 48-11 (Pangkal Pinang) Series T503 Edition 1-AMS, Indonesia 1:250.000.

Cassel,.D.K., 1997. Foreword. In: Aquic Conditions and Hydric Soils: The Problem Soil. Editors: Vepraskas and Sprecher. SSSA Special Publication. Number 50.h vii.

Desaunettes, J R. 1977. “Catalogue of Landforms for Indonesia": Examples of a Physiographic Approach to Land Evaluation for Agricultural Development.” Unpublished. Bogor: Trust Fund of the Government of Indonesia Food and Agriculture Organization.

Gafoer S., Burhan G., dan Purnomo J., 1986. Peta Geologi Lembar Palembang, Sumatra. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Hardiati Endang Sri, Amelia, Marhaeni Tri, Indrajaya A., Susetyo S., 2007. Pusat Hunian Awal Sejarah Di Pantai Timur Sumatra Selatan. Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi Nasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata. Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata.

Hardiati Endang Sri, Indradjaya A., Intan S. Fadhlan M., Wiyana Budi, 2008. Peradaban Awal Masa Sejarah: Permukiman Awal Masa Sejarah (Pra-Sriwijaya) Di Pantai Timur Sumatra Selatan. Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi Nasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata. Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata.

Hardiati Endang Sri, Indradjaya A., Intan S. Fadhlan M., Vita, Triwurjani, Wiyana Budi, 2009. Peradaban Awal Masa Sejarah: Permukiman Awal Masa Sejarah (Pra-Sriwijaya) Di Pantai Timur Sumatra Selatan. Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi Nasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata. Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata.

Hardiati Endang Sri, Indradjaya A., Intan S. Fadhlan M., Ayu Astiti Ni Komang, Wiyana Budi, 2010. Peradaban Awal Masa Sejarah: Permukiman Awal Masa Sejarah (Pra-Sriwijaya) Di Pantai Timur Sumatra Selatan (Tahap IV). Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Indrajaya A., Bambang B. Utomo, Intan S. Fadhlan M., Eka A. Putrina T., Wiyana Budi, 2011. Peradaban Awal Masa Sejarah: Permukiman Awal Masa Sejarah (Pra-Sriwijaya) Di Pantai Timur Sumatra Selatan (Tahap V). Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Indrajaya A., Bambang B. Utomo, Intan S. Fadhlan M., Wiyana Budi, Arif Johan, 2013. Peradaban Awal Masa Sejarah: Permukiman Awal Masa Sejarah (Pra-Sriwijaya) Di Pantai Timur Sumatra Selatan. Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Arkeologi Nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Intan S. Fadhlan M. 2014. Lingkungan Geologi Sektor Banyu Biru, Situs Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan. Bagian Laporan Penelitian Balai Arkeologi Palembang.

Intan S. Fadhlan M, 2015. Eksplorasi Geoarkeologi Di Wilayah Air Sugihan, Sumatra Selatan. Dalam Kehidupan Purba di Lahan Gambut. Hal.11-33. Editor: Bambang Budi Utomo. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Jarvis, A., H.I. Reuter, A. Nelson, dan E. Guevara. 2008. Hole-filled seamless SRTM data V4. Center for Tropical Agliculture (CIAT).

Jazanul Anwar; Sengli Damanik; Nazarudin Hisyam dan Anthony J Whiten, 1984. Ekologi Ekosistem Sumatra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Lobeck, A.K., 1939. Geomorphology. McGraw-Hill Book Company, Inc., New York and Company.

Maltby., E. 1986. Waterlogged Wealth. An Earthscan Paperback, London. 200pp.

Margono, U., Supandjono, RJB., Partoyo, E., 1986. Geologi Lembar Bangka Selatan, Sumatra. Puslitbang Geologi, Ditjen Geologi dan Sumberdaya Mineral. Departemen Pertambangan dan Energi.

Ramsar Convention Secretariat, 2013. The Ramsar Convention Manual: a guide to the Convention on Wetlands (Ramsar, Iran, 1971), 6th ed. 2013. Ramsar Convention Secretariat, Gland, Switzerland. http:// www.ramsar.org/sites/default/files/documents/library/manual6-2013 -e.pdf. 05 Januari 2015.

Thornbury, W.D., 1964. Principle of Geomorphology. New York, London, John Willey and sons, inc.

Todd D.K., 1980. Groundwater Hidrology. John Wiley & Sons Inc, New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v22i1.59

Copyright (c) 2017 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.