ARKEOLOGI DAN TANTANGANNYA PADA MASA KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI

Sarjiyanto Sarjiyanto

Abstract


Naskah Dalam masa kemajuan teknologi informasi, arkeologi memiliki tantangan yang cukup berat. Dalam satu sisi kemanjuan teknologi informasi dapat mengikis kelestarian budaya, namun disisi lain, teknologi informasi dapat dijadikan wahana mengembangkan budaya untuk tujuan yang positif. Melalui metode kualitatif deskriptif, persoalan yang terkait dengan budaya dan teknologi informasi dibahas untuk mencapai tujuan. Tujuannya memberikan perspektif tentang peran dan sikap yang harus dilakukan oleh penanggung jawab arkeologi, agar warisan budaya tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara positif sesuai zamannya. Hasilnya yang diperoleh berupa perntaaan dan upaya-upaya tentang peran dan sikap yang harus dilakukan arkeologi dalam dalam menjaga kelestarian budaya sesuai perkembangan zaman, agar dapat memperlihatkan bentuk identitas budaya dan berguna membangkitkan rasa kebangsaan.


Keywords


arkeologi; postmodern; informasi; identitas budaya

Full Text:

PDF

References


A. Wattimena, Reza. 2006. “Menggagas Cyberspace Sebagai Ruang Publik Virtual Yang Emasipatif; Sebuah Analisis Cultural Studies Atas Ambiguitas Pola Komunikasi Dan Identitas Di Dalam Cyberspace.” In Cultural Studies, Tantangan Bagi Teori-Teori Besar Kebudayaan, edited by Mudji Sutrisno Sutrisno, I Bene, and Hendar Putranto. Depok: Koekoesan.

Ali, Utsman. 2016. “Pengertian, Fungsi Dan Tujuan Teknologi Informasi.” http://www.pengertianpakar.com/2015/02/pengertian-fungsi-dan-tujuan-teknologi-informasi.html.

Giddens, Anthony. 1992. Modernity and Self-Identify. Cambridge: Polity Press.

Haag, and Keen. 1996. Information Technology: Tomorrow’s Advantage Today. Hammond: Mcgraw-Hill College.

Haryanto, Ignatius. 2006. “Menimbang Kembali Imperialisme Kultural Dalam Konteks Globalisasi Kebudayaan Awal Abad Ke-21.” In Cultural Studies, Tantangan Bagi Teori-Teori Besar Kebudayaan, edited by Mudji Sutrisno Sutrisno, I Bene, and Hendar (editor); Depok: Koekoesan Putranto. Depok: Koekoesan.

Kuhn, Thomas. 1970. The Stucture of Scientific Revolution. Chicago. 2nded. Chicago: The University of Chicago Press.

Lubis, Akhyar Yusuf. 2006. Dekonstruksi Epistemologi Modern. Jakarta: Pustaka Indonesia Satu.

———. 2014a. Postmodernisme Teori Dan Metode. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

———. 2014b. Teori Dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Sosial Budaya Kontemporer. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

Lyotard, F.J. 1984. The Postmodern Condition: A Report on Knowledge. Minnesota: The University of Minnesota.

Magetsari, Noerhadi. 2001. “Nilai Lama Menatap Masa Depan Dalam Proceeding EHPA Mencermati Nilai Budaya Masa Lalu Dalam Menatap Masa Depan, Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi.

Moedjiono. 2007. “Tantangan Dan Peluang Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia.” In Himpunan Naskah (II A),Seminar-Workshop-Forum Diskusi-Orasi Ilmiah-Riset (Nasional). Jakarta. Program Studi: Magister Ilmu Komputer, Program Pasca Sarjana Universitas Budi Luhur.

Nawawi, Hadari. 2003. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: UGM Press.

Pojoh, Ingrid H.E., Dian Sulistyowati, Rizky Fardhyan, Arie Nugraha, and Dicky Caesario. 2015. “Sistem Informasi Arkeologi: Pangkalan Data Berbasis Daring Untuk Perekaman Data Artefak Tembikar Dan Keramik Di Kawasan Percandian Jambi.” AMERTA, Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi 33. No.2: 77–134.

Pusat Penelitian Arkeologi. 2016. “Rumah Peradaban.” http://rumahperadaban.kemdikbud.go.id/.

Sedyawati, Edi. 2003. Warisan Budaya Tak Benda, Masalahnya Kini Di Indonesia. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

———. 2006. “Kajian Substansi Warisan Dokumenter Budaya.” In Lokakarya MOW-Indonesia, 14-15 September 2006. Jakarta: Arsip Nasional.

Sherman, S.J. 1994. “Introduction: Archaeological Approaches to Cultural Identity.” In Archaeological Approaches to Cultural Identity, edited by S.J. Sherman. London and New York: Routledge.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v22i1.63

Copyright (c) 2017 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.