Penggunaan Total Station dalam Perekaman Data Arkeologi di Indonesia

Mohamad Ruly Fauzi

Abstract


Metode perekaman data arkeologi telah berkembang dengan pesat sejak dikenalnya era digital menjelang akhir abad ke-20. Salah satunya yaitu penggunaan perangkat total station dalam ekskavasi arkeologi. Alat ini berpotensi menggantikan teknik pengukuran konvensional karena kemiripan data yang dihasilkan, yaitu koordinat kartesian (x, y, z atau E, N, H). Namun demikian, peruntukan total station yang pada awalnya digunakan dalam
pekerjaan kontruksi dan survei geospasial belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh arkeolog di Indonesia. Diperlukan suatu teknik khusus dalam penggunaanya di dalam ekskavasi arkeologi. Berdasarkan studi kasus penggunaan total station di sejumlah situs oleh penulis, alat ini sangat membantu dalam perekaman topografi, provenience temuan, serta berbagai perekaman morfologi situs lainnya. Dasar-dasar teknik dan metode penggunaan alat ini akan dibahas di dalam artikel ini, sekaligus penerapannya di lapangan dan variasi pengolahan
datanya.


Keywords


Total Station; Archaeological Data Recording; Method in Archaeology

Full Text:

PDF

References


Barker, P., 2003. Techniques of Archaeological Excavation, 3rd ed. Routledge, Chipping Norton, United Kingdom.

Connor, M.A., 2007. Forensic Methods: Excavation for the Archaeologist and Investigator. AltaMira Press, United States of America.

Fauzi, M.R., 2011. Analysis on Lithic Remains from Tabuhan Cave: A Contribution to The Chaîne Opératoire Study in The Preneolithic of Gunung Sewu, East Java, Indonesia (Thesis Master in Quaternary

and Prehistory). Università degli Studi di Ferrara, Ferrara.

Hammer, Ø., 2015. PAST (Paleontological Statistic) Reference Manual Version 3.06. Natural History Museum of Oslo, Oslo.

Harris, E., 1997. Principles of Archaeological Stratigraphy, 2nd ed. Academic Press LTD., London.

Kerami, D., Sitanggang, C., 2003. Kamus Matematika, 3rd ed. Balai Pustaka, Jakarta.

Kroll, E.M., Isaac, G.L., 1984. Configurations of artifacts and bones at early Pleistocene sites in East Africa, in: Hietala,

H.J. (Ed.), Intrasite Spatial Analysis in Archaeology. Cambridge University

Press, Cambridge, pp. 4–31.

Lavan, L., Mulryan, M., 2015. Field Methods and Post-Excavation Techniques in Late Antique Archaeology. Brill Academic Publisher, Boston.

McPherron, S.J.P., 2005. Artifact orientations and site formation processes from total station proveniences. J. Archaeol.Sci. 32, 1003–1014. joi:10.1016/j.jas.2005.01.015

McPherron, S.J.P., Dibble, H.L., Goldberg, P., 2005. Z interpretation in orthogonal methods. Geoarchaeology Int. J. 20, No. 3, 243–262.

Puslitbang Arkenas, 2008. Metode Penelitian Arkeologi, 2nd ed. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Jakarta.

Renfrew, C., Bahn, P.G., 2008. Archaeology: Theories, Methods and Practice, 5th ed. Thames and Hudson, London.

Sosrodarsono, S., Takasaki, M. (Eds.), 2005. Pengukuran Topografi dan Teknik Pemetaan, 5th ed. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Tim Peneliti Pusat Arkeologi Nasional, 2013. Laporan Penelitian Arkeologi

(LPA) Gua Harimau: Akar Peradaban di OKU, November - Desember 2012. ed. Pusat Arkeologi Nasional (tidak diterbitkan),Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v20i2.83

Copyright (c) 2015 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.