Seni Lukis dan Seni Gores Pada Megalitik Pasemah, Provinsi Sumatera Selatan

Kristantina Indriastuti

Abstract


Pada masyarakat prasejarah seni dianggap sebagai ungkapan religi mereka tehadap kekuatan roh nenek moyang dan kekuatan alam sekitar, begitu pula dengan manusia prasejarah yang hidup menetap di Dataran Tinggi Pasemah, sebagai ungkapan akan kehidupan mereka yang lebih baik, maka mereka mengungkapkannya dalam bentuk karya lukis yang menggambarkan berbagai bentuk dan corak. Keberadaan karya lukis prasejarah di Pasemah mempunyai makna tertentu yang berafiliasi dalam kehidupan relegi-magis mereka. permasalahan yang timbul terhadap karya seni prasejarah yang diciptakan para
pesohor seni saat itu yakni apakah makna pola hias motif manusia, binatang, flora dan motif geometris yang menjadi obyek lukisan prasejarah di beberapa situs megalitik di dataran tinggi Pasemah, provinsi, Sumatera Selatan. Setelah melalui pengkajian pada beberapa situs maka dapat disimpulkan sementara bahwa adanya seni lukis dan seni gores pada dinding batu di Pasemah tampaknya merupakan simbol yang berkaitan dengan kepercayaan pendukungnya. Mereka percaya akan adanya arwah nenek moyang sebagai
kekuatan gaib yang dapat melindungi kehidupan manusia di dunia. Bukan tidak mungkin bahwa goresan-goresan berupa manusia-manusia kecil yang ada di situs Tegurwangi dan di situs Jarakan itu dimaksudkan sebagai penambah kekuatan gaib dan digunakan sebagai sarana pemujaan untuk memohon kesuburan, keamanan, kesehatan dan lain-lain


Keywords


Rock arts; Religion; Megalithic

Full Text:

PDF

References


Atmosudiro, Sumijati. 1984. Lukisan Manusia di pulau Lomblen ( tambahan hasil seni bercorak prasejarah ). Berkala Arkeologi. Vol V. no 1. Jogyakarta

Bellwood, Peter. 1985. Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago, Academic Press, Australia. Hal. 295.

Geertz, Clifford ,1983. Involusi Pertanian, Proses Perubahan Ekologi di Indonesia, Bharatara Karya Aksara,Jakarta

Hoop, A.N.J.Th.a.Th.Van.der. 1932. Megalithic Remains In South Sumatra, Zutpen Netherland: W. J. Thieme & Cie. Hal. 33 )

Indriastuti, Kristantina. 2000 . Perekonomian Masa Prasejarah Di Dataran Tinggi Pasemah. Jurnal Siddhayatra. Vol 5 nomor 1. Balai Arkeologi Palembang.

Kasnowihardjo, Gunadi. 2008. Gambar Cadas Kalimantan Timur,Satu Bukti Seni Lukis Kutai Purba. Berkala Arkeologi. XXIII. Nov. Hal 1-22.

Koentjaraningrat, 1977. Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta. Penerbit Dian Rakyat. Edisi. III.

Kosasih SA. 1995. ”Lukisan Gua di Sulawesi Bagian selatan Refleksi Kehidupan Masyarakat Pendukungnya.” Fakultas Sastra Unversitas Indonesia.

Poerwadarminta, W.J.S , 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa , Jakarta, PN. Balai Pustaka.

Purwanti, Retno. 2003. “Laporan Penelitian Situs-situs kubur di kab. Lahat. Prov. Sumatera Selatan”. Laporan Penelitian

Arkeologi. Balai Arkeologi Palembang. Palembang.

Sukendar, Haris, 2003. Megalitik Bumi Pasemah, Depdiknas , Jakarta hal. 112.

Tanudirdja, Daud Aris .1995. ”Problema dan Prospek Kajian Seni Cadas Prasejarah di Indonesia”, Seminar Prasejarah Indonesia I, API, Jogjakarta

Wagner Fritz. A. 1995. “Indonesia: Kesenian Suatu Daerah Kepulauan”.

Tranlated by Hildawati Sidharta. Jakarta. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud. hal. 25-26.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v20i2.84

Copyright (c) 2015 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.