Prospek Penelitian Artefak Perunggu Temuan Kerinci Melalui Analisis Metalurgi

Hafiful Hadi Sunliensyar

Abstract


Temuan artefak perunggu dalam se-abad terakhir di dataran Kerinci diteliti hanya sebatas pada kajian deskripsi dan ikonografi semata. Seringkali data yang didapat belum begitu akurat untuk merekonstruksi budaya masyarakatnya pada masa lampau. Apalagi temuan-temuan tersebut tidak kontekstual lagi. Analisis metalurgi yang telah banyak dilakukan peneliti terhadap temuan artefak perunggu di tempat lain, memberi kesempatan untuk ‘membongkar’ kembali artefak perunggu Kerinci agar dilakukan kajian melalui analisis metalurgi dengan studi komparatif. Melalui pendekatan induktif dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan gambaran tentang prospek penelitian artefak perunggu Kerinci melalui analisis metalurgi. Beberapa prospek penelitian ke depan antara lain: (1) aspek teknis pembuatan artefak tersebut; (2) aspek sosial-ekonomi seperti penelitian jalur perdagangan kuna ke Kerinci pada masa klasik; (3) migrasi artefak atau ideofak mengenai teknologi pembuatan perunggu dari Dongson ke wilayah Kerinci; (4) penelitian mengenai permasalahan apakah artefak perunggu Kerinci diimpor atau diproduksi  secara lokal.


Keywords


analisis metalurgi, Perunggu, Kerinci

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, Nies dkk, 1993, Metalurgi Dalam Arkeologi, Analisis Hasil Penelitian Arkeologi IV, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta

Bastin, John, 1971. “Brass Ketlledrums in Sabah”. Bulletin of the school of Oriental and African Studies, University of London Vol. 34, No. 1, pp. 132-138

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia, Edisi Revisi, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama

Bintarti, D.D., 2001. “Nekara Tipe Pejeng: Kajian Banding terhadap Nekara Tipe Heger I”. Disertasi. Universitas Gadjah Mada

Bronson, Bennet and Asmar, Teguh, 1975. “Prehistoric Investigations at Tianko Panjang Cave, Sumatra: An Interim Report”. Journal Asian Perspectives XVIII (2), hlm. 128-145

Budisantosa, T.M.S, 2011. “Megalit dan Kubur Tempayan Dataran Tinggi Jambi: Situs Lolo Gedang, Kerinci”. dalam Asia Tenggara dalam perspektif arkeologi: Kajian Arkeologi di Sumatera Bagian Selatan editor. Inajati Adrisjanti, Balai Arkeologi Palembang, Sumatera Selatan

Bugoi, R., dkk. 2013. “Archaeometallurgical Studies of Bronze Age Objects From The Romanian Cultural Heritage”. Report in Physics Vol. 65, No.4 P. 1234-1245

Fontein, J., dkk, 1971, Ancient Indonesian Art of the Central and Eastern Javanese Period, New York: The Asia Society Inc., hlm. 149.

Guillot, Calude dkk, 2008. Barus: Seribu Tahun Yang Lalu. Jakarta, Gramedia

Haryono, Timbul. 1983. Arkeometalurgi: Prospeknya dalam Penelitian Arkeologi, makalah, Pertemuan Ilmiah Arkeologi III, Ciloto, 23-28 Mei

-----------------, 1994. Aspek Teknis dan Simbolis Artefak Perunggu Jawa Kuno Abad VIII – X. Disertasi, Universitas Gadjah Mada

-----------------, 2001a, Analisis Metalurgi: Peranannya dalam Eksplanasi Arkeologi, Jurnal Humaniora Vol. XIII no. 1, hlm. 1-9

-----------------, 2001b, Logam dan Peradaban Manusia, Yogyakarta, Phylosophy Press

Heekeren, H. R. Van, 1958, The Bronze-Iron Age of Indonesia, Land en Volkenkunde, Van Het Koninklijk Instituut Voor Taal, S-Gravenhage, Martinus Nijhoff

Hoop, A.N.J. Th.a.Th. Van der, 1932, Megalithic Remain in South Sumatra. Zuthphen, Thieme

-----------------, 1940. A Prehistoric Site Near The Lake of Kerinchi (Sumatera). Proc. Third Congr. Of Prehistorians, Singapore, 200-4

Imamura, Keiji. 2010, The Distribution of Bronze Drum of The Heger I and Pre-Types I: Temporal Change and Historical Background. Bulletin of the Department of Archaeology The University of Tokyo, hal. 29-94

Kempers, A.J. Bernet. 1988. The Kettledrum of South East Asia a Bronze Age and Its Aftermath. Dalam G.J Barstra dan W.A. Casparie (Ed.) MORSEA 10 (1986/1987). Rotterdam: A.A. Balkema

Purwanti, Retno. 2016. “Nekara Perunggu di Kerinci”. dalam Kerinciku Kerincimu: Dataran Tinggi Jambi dalam perspektif Arkeologi Editor. Nurhadi Rangkuti, Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Penerbit Ombak

Sharer, J.R, and Asmor W, 1979, Fundamentals of Archaeology. California, Benjamin, Cuming Publishing Company, Inc p. 70-71

Shuhaimi, N.H , 1982, “Arca Buddha dari Lembah Bujang serta hubungannya dengan Style Arca Semenanjung Tanah Melayu dan Sumatera di antara abad ke-9 dan 14”, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi II, Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, hlm. 166-167

Soejono, R.P. 1972. The distribution of Bronze axes in Indonesia. Bulletin of the Archaeological Institute of Indonesia, no. 9

Suleiman, Satyawati, 1981, Sculptures of Ancient Sumatera. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, hlm. 44; Diskul, M.C. Subhadradis, 1972, Art in Thailand: A brief history, hlm. 12; Diskul, M.C. Subhadradis, 1980, The Art of Śrīvijaya, Kuala Lumpur: Oxford University Press & UNESCO, hlm, 1 dan 23

Tjoa-Bonatz, Mai Lin, 2012. More than 3400 Years of Earthenware Traditions in Highland Jambi on Sumatra. Selected paper The 13th International Conferences of The European Association of Southeast Asian Archaeologist Vol. 2, NUS press, National University of Singapura p. 14-31

Utomo, B.B. , dkk, 2009, Treasures of Sumatra, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/siddhayatra.v22i2.93

Copyright (c) 2017 Siddhayatra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Siddhayatra
(e-ISSN : 2598-1056 p-ISSN : 0853-9030)
Powered by OJS.

Designed by Hafidhir Rahman.